NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk bergerak cepat merespons dampak bencana banjir yang melanda kawasan Kapas. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 200 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat luapan air yang terjadi di wilayah tersebut, Senin lalu.
Sebagai bentuk kepedulian dan tindak lanjut, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, pada Selasa (17/3/2026) malam, melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi serta menyerahkan bantuan sosial kepada warga.
Sejak pagi hari, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemulihan. Tim gabungan yang terdiri dari, Dinas PUPR untuk analisa infrastruktur, BPBD dan Damkar untuk penanganan darurat, Tagana dari Dinas Sosial untuk pendampingan warga, serta elemen yang lain.
Seluruh tim bekerja sama secara gotong royong melakukan pembersihan sisa-sisa banjir di area pemukiman warga guna memastikan lingkungan kembali layak huni.
Selain melakukan analisis teknis, pemerintah daerah juga membagikan bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat. Bantuan yang disalurkan pada malam hari ini meliputi kebutuhan pokok serta alat-alat kebersihan agar warga dapat segera membersihkan rumah mereka masing-masing.
“Malam hari ini kita melakukan evaluasi dan analisa. Pagi tadi tim dari PUPR, BPBD, Damkar, hingga Tagana sudah bersama-sama gotong royong melakukan pembersihan. Kami juga menyerahkan bantuan sosial termasuk alat kebersihan untuk memudahkan masyarakat,” ungkap Mas Handy saat ditemui di lokasi.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan mencari solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Secara terpisah, Dawam, dari BPBD Provinsi Jawa Timur yang turut dalam kegiatan sosial ini menyampaikan, banjir pada Senin malam lalu dikarena debit air yang tinggi karena hujan deras, juga karena tanggul Kali Kuncir Kanan sudah terkikis dan akhirnya jebol.
“Tapi alhamdulillah tadi sudah diperbaiki oleh daerah dengan menggunakan sesek bambu dan sandbag,” ungkap Dawan di sela-sela kesibukannya menata logistik bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Timur. (*)
