Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Poktan Masa Baru Manfaatkan Eceng Gondok sebagai Pembenah Tanah Alami

Poktan Masa Baru Manfaatkan Eceng Gondok sebagai Pembenah Tanah Alami

Kelompok Tani Masa Baru Desa Jatisari Kecamatan Kuripan memanfaatkan limbah eceng gondok sebagai pembenah tanah alami untuk meningkatkan kesuburan lahan

Anggota Poktan Masa Baru Desa Jatisari Kecamatan Kuripan praktik pembuatan pembenah tanah alami dari eceng gondok

POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati bersama petani di Poktan Masa Baru Desa Jatisari Kecamatan Kuripan

PROBOLINGGO – Inovasi pertanian ramah lingkungan terus dikembangkan di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Masa Baru Desa Jatisari Kecamatan Kuripan yang memanfaatkan limbah eceng gondok sebagai pembenah tanah alami untuk meningkatkan kesuburan lahan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (2/4/2026) ini mendapat pendampingan dari BBPPTP Surabaya melalui POPT Perkebunan Ika Ratmawati bersama POPT Pangan dan Hortikultura Panji Ramadhan serta tim Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kuripan.

POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati mengatakan eceng gondok selama ini dikenal sebagai gulma yang merusak ekosistem perairan. Namun di balik itu, tanaman ini memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan nutrisi dari sisa pupuk yang terbawa air, sehingga sangat potensial dimanfaatkan kembali untuk memperbaiki kesuburan tanah.

“Eceng gondok memiliki kandungan nutrisi yang tinggi karena menyerap sisa pupuk di perairan. Ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembenah tanah untuk memulihkan kesuburan lahan,” ujarnya.

Ika menambahkan, pembuatan pembenah tanah ini tergolong mudah dan murah karena menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat di sekitar petani. Di antaranya 5 kilogram eceng gondok, 1 kilogram kulit nanas, 250 mililiter EM4, 250 mililiter molase dan 10 liter air yang difermentasi selama satu bulan.

Anggota Poktan Masa Baru Desa Jatisari Kecamatan Kuripan praktik pembuatan pembenah tanah alami dari eceng gondok

“Dengan formulasi tersebut, pembenah tanah sudah siap digunakan. Aplikasinya dengan cara dikocor atau disiram ke tanah dengan perbandingan 1:10 liter air. Yang dibutuhkan hanya kemauan petani untuk memperbaiki kondisi tanahnya,” ujarnya.

Menurut Ika, pemanfaatan bahan alami ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian secara berkelanjutan.

Sementara POPT Pangan dan Hortikultura Panji Ramadhan menambahkan penggunaan pembenah tanah sebaiknya dilakukan saat pengolahan lahan atau sebelum masa tanam. “Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong sistem pertanian yang mandiri dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Koordinator BPP Kecamatan Kuripan Nanang Setiono mengapresiasi inovasi yang dilakukan Poktan Masa Baru. Harapannya kegiatan ini dapat menjadi praktik rutin bagi petani dalam mengembangkan pertanian organik.

“Pemanfaatan potensi lokal seperti ini harus terus dikembangkan. Petani perlu berinovasi untuk memperbaiki lahan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya,” urainya.

Ketua Poktan Masa Baru Karsan menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai inovasi sederhana seperti ini sangat bermanfaat bagi petani dalam jangka panjang.

POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati bersama petani di Poktan Masa Baru Desa Jatisari Kecamatan Kuripan

“Petani harus mandiri dalam membuat pupuk organik dan pembenah tanah. Kami akan terus belajar dan berupaya mengembalikan kesuburan lahan dengan cara yang lebih alami,” ungkapnya.

Melalui inovasi ini, diharapkan para petani di Kabupaten Probolinggo semakin terdorong untuk beralih ke praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menjaga keberlanjutan produktivitas lahan di masa depan. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Pemkot Madiun Bekali ASN Kemampuan Manajemen Bencana dan Water Rescue

MADIUN – Menyadari bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, Pemerintah...

BPBD Jombang Laksanakan Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran di Tiga Puskesmas

JOMBANG - BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam...

Akibat Kekeringan dan Gagal Panen, Bupati Yani Serahkan Bansos ke 1.177 Petani

GRESIK - Merespons dampak kekeringan yang mengakibatkan gagal panen...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait