JOMBANG – BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan melaksanakan inspeksi sarana dan sistem proteksi kebakaran di tiga Puskesmas, yaitu Puskesmas Jabon, Jelakombo, dan Puskesmas Pulo Lor, Senin, (6/7/202) lalu.
Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap potensi kebakaran.
Kegiatan inspeksi ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pengawasan terhadap bangunan gedung milik pemerintah guna memastikan seluruh sarana proteksi kebakaran berada dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat.
Mengingat Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan publik yang beroperasi setiap hari dan melayani masyarakat selama 24 jam untuk kondisi tertentu, keberadaan sistem proteksi kebakaran yang andal menjadi aspek penting dalam menjamin keselamatan pasien, tenaga kesehatan, maupun pengunjung.
Selama pelaksanaan kegiatan, Tim Inspektur melakukan pendataan menyeluruh terhadap sarana dan sistem proteksi kebakaran yang tersedia di masing-masing puskesmas. Pemeriksaan meliputi keberadaan dan kondisi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, rambu keselamatan, titik kumpul, instalasi proteksi kebakaran, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang berperan dalam mendukung proses evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi insiden kebakaran.

Selain melakukan inventarisasi, tim juga melaksanakan pengujian fungsi terhadap setiap sarana proteksi kebakaran untuk memastikan seluruh peralatan masih bekerja secara optimal. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik peralatan, masa berlaku APAR, kemudahan akses terhadap alat pemadam, penempatan sesuai standar keselamatan, serta kesiapan jalur evakuasi agar dapat digunakan secara cepat dan aman pada saat keadaan darurat.
Dalam setiap lokasi yang dikunjungi, petugas juga memberikan masukan teknis kepada pengelola Puskesmas mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan berkala terhadap seluruh sistem proteksi kebakaran.
Edukasi turut diberikan mengenai pemeliharaan peralatan keselamatan, penataan area kerja agar tidak menghambat jalur evakuasi, serta pentingnya membangun budaya keselamatan di lingkungan fasilitas kesehatan melalui pelatihan dan simulasi kebakaran secara rutin.
Kegiatan inspeksi ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi aspek administratif, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam meminimalkan risiko terjadinya kebakaran yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan sistem proteksi yang berfungsi dengan baik dan sumber daya manusia yang memahami prosedur keselamatan, potensi korban maupun kerugian akibat kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin.
BPBD Kabupaten Jombang menegaskan, upaya pencegahan merupakan bagian terpenting dalam manajemen penanggulangan kebakaran. Oleh karena itu, inspeksi berkala terhadap fasilitas publik akan terus dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan standar keselamatan bangunan, khususnya pada objek-objek vital yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Melalui sinergi antara BPBD Kabupaten Jombang dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah, diharapkan setiap fasilitas pelayanan publik memiliki tingkat kesiapsiagaan yang semakin baik dalam menghadapi potensi keadaan darurat. Langkah ini menjadi investasi penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang aman, nyaman, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.
Dengan semangat #KitajagaALAMjagakita, #tetepsemangatanposambat, dan #PantangPulangSebelumPadam, BPBD Kabupaten Jombang akan terus memperkuat upaya mitigasi, edukasi, dan pengawasan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Kabupaten Jombang yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana maupun kebakaran. (tri)
