Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pastikan Pangan Aman, TKKPOM Tuban Lakukan Pengawasan Pangan di Pasar dan Supermarket

TUBAN – Guna memastikan keamanan produk pangan yang beredar di masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) melakukan pembinaan dan pengawasan di sejumlah pusat perbelanjaan, Senin (16/3/2026).

Pemeriksaan dilakukan di Pasar Baru Tuban, Bravo Supermarket, dan Samudra Supermarket untuk memastikan produk pangan yang dijual aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi yang tergabung dalam TKPPOM Kabupaten Tuban. Di antaranya Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P), Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag), serta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind).

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemantauan langsung terhadap berbagai produk pangan, mulai dari pangan segar hingga produk olahan. Pemeriksaan meliputi kelayakan produk, masa kedaluwarsa, izin edar, serta kondisi fisik kemasan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar masyarakat tidak dirugikan akibat peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Perdagangan Diskopumdag Tuban Agus Setiawan turut hadir dalam kegiatan pengawasan. Ia mengatakan kegiatan ini bertujuan memastikan produk pangan yang beredar memenuhi standar kesehatan dan kebersihan. Pengawasan menjadi penting terutama menjelang Lebaran ketika konsumsi masyarakat meningkat.

“Kegiatan hari ini kami lakukan untuk memastikan produk pangan, terutama pangan segar, memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu produk yang dikonsumsi masyarakat tidak menimbulkan hal yang merugikan,” ujar Agus.

Lebih lanjut, ia menambahkan hasil pengamatan di lapangan menunjukkan kondisi produk pangan secara umum masih baik. Meski demikian, tim tetap memberikan sejumlah catatan kepada pengelola toko sebagai bentuk pembinaan. “Secara umum hasil evaluasi hari ini cukup baik. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, sudah kami sampaikan kepada pengelola,” kata Agus.

Sementara itu, JF Adminkes Ahli Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban Siti Choirijah menjelaskan pengawasan dilakukan terhadap berbagai jenis pangan segar. Di antaranya pangan segar asal hewan (PSAH), pangan segar asal tumbuhan (PSAT), dan pangan segar asal ikan (PSAI). Selain itu, tim juga memantau produk pangan olahan yang memiliki masa simpan lebih dari tujuh hari.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjamin keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di masyarakat, terutama karena menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan pembelian.

“Kegiatan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjamin keamanan dan mutu produk pangan yang beredar di masyarakat,” ujar Siti.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, imbuhnya, sebagian besar produk yang diperiksa masih dalam kondisi aman. Produk fortifikasi yang beredar juga dinilai memenuhi ketentuan. Selain itu, pelaku usaha yang menjual pangan segar asal hewan telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Meski demikian, tim masih menemukan beberapa produk UMKM yang kemasannya belum dilengkapi label secara lengkap.

Menurut Siti, langkah pembinaan tersebut penting agar produk pangan yang beredar tetap aman dan memenuhi ketentuan yang berlaku. “Tadi sudah kami sampaikan kepada pemilik toko agar menelusuri asal produk dan mendorong pelaku usaha segera mengurus izin edar, seperti PIRT,” tuturnya.

Di sisi lain, Penanggung Jawab Bravo Tuban, Mujiono, menyambut baik kegiatan pembinaan dan pengawasan yang dilakukan tim TKPPOM Kabupaten Tuban. Ia menyampaikan kegiatan tersebut memberikan banyak masukan bagi pengelola toko untuk meningkatkan pengelolaan produk pangan.

“Kami berterima kasih atas kunjungan dan edukasi yang diberikan oleh tim. Masukan yang disampaikan menjadi pembelajaran bagi kami agar pengelolaan produk pangan di Bravo Tuban bisa semakin baik,” ujar Mujiono.

Selain itu, ia menambahkan sejumlah catatan yang diberikan tim akan segera ditindaklanjuti oleh pihak pengelola. Menurut dia, saran yang diberikan bersifat membangun dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan serta keamanan produk yang dijual kepada masyarakat. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Gubernur Khofifah Lepas Kloter 116 sebagai Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait