Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pemprov Jatim Apresiasi Strategi Pengentasan Kemiskinan, Bangkalan Jadi Percontohan Nasional

BANGKALAN – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam menekan angka kemiskinan kembali menuai apresiasi. Kali ini datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menilai strategi pengentasan kemiskinan di Bangkalan layak dijadikan percontohan bagi daerah lain.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Moh. Yasin, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bangkalan Tahun 2027 di Pendopo Pratanu, Selasa (31/3/2026).

Dalam keterangannya, Yasin menegaskan, pendekatan yang dilakukan Pemkab Bangkalan dinilai sistematis dan berbasis data yang kuat, sehingga mampu menghasilkan intervensi program yang lebih tepat sasaran.

“Bangkalan ini bisa dikatakan menjadi ‘komandan’ dalam penanganan kemiskinan. Salah satu kuncinya adalah pemanfaatan sistem data yang terus diperbarui secara berkala, by name by address, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah mulai dari desil 1 hingga desil 5,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem tersebut berangkat dari inovasi daerah seperti Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) yang kemudian diadopsi dan dikembangkan menjadi Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui mekanisme ini, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan dan program penanggulangan kemiskinan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Lebih dari itu, pembaruan data secara berkala juga memungkinkan pemerintah melakukan evaluasi terhadap efektivitas intervensi yang telah dilakukan.

“Dengan data yang terus di-update, kita bisa melihat apakah intervensi pemerintah sudah berdampak atau belum. Jika sudah, maka masyarakat yang sebelumnya berada di desil 1 bisa naik ke desil berikutnya. Sebaliknya, jika ada yang belum tersentuh intervensi dan justru mengalami penurunan, itu menjadi bahan evaluasi untuk kebijakan selanjutnya,” katanya.

Menurut Yasin, pendekatan berbasis data dinamis ini menjadi salah satu alasan utama mengapa strategi Bangkalan dalam pengentasan kemiskinan kini dijadikan pilot project untuk diadopsi oleh daerah lain.

“Ini yang menjadi keunggulan Bangkalan. Kebijakannya adaptif, berbasis data, dan terus dievaluasi. Kami dari provinsi tentu memberikan apresiasi atas upaya tersebut,” tambahnya.

Melalui forum Musrenbang RKPD 2027 ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi semakin kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang inklusif, khususnya dalam percepatan penurunan kemiskinan di Kabupaten Bangkalan. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Kemenhaj Ingatkan Hindari Jalur Tak Resmi, 100 Ribu Lebih Jemaah Haji Indonesia Telah Tunaikan Dam

MAKKAH - Sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia tercatat telah menuntaskan...

Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Banjarejo Bojonegoro, Khofifah Sebut Kondisi Masih Stabil

Bojonegoro - Suasana Pasar Kota Baru Banjarejo pada Senin...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait