Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pemprov Jatim Apresiasi Strategi Pengentasan Kemiskinan, Bangkalan Jadi Percontohan Nasional

BANGKALAN – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam menekan angka kemiskinan kembali menuai apresiasi. Kali ini datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menilai strategi pengentasan kemiskinan di Bangkalan layak dijadikan percontohan bagi daerah lain.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Moh. Yasin, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Bangkalan Tahun 2027 di Pendopo Pratanu, Selasa (31/3/2026).

Dalam keterangannya, Yasin menegaskan, pendekatan yang dilakukan Pemkab Bangkalan dinilai sistematis dan berbasis data yang kuat, sehingga mampu menghasilkan intervensi program yang lebih tepat sasaran.

“Bangkalan ini bisa dikatakan menjadi ‘komandan’ dalam penanganan kemiskinan. Salah satu kuncinya adalah pemanfaatan sistem data yang terus diperbarui secara berkala, by name by address, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah mulai dari desil 1 hingga desil 5,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem tersebut berangkat dari inovasi daerah seperti Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) yang kemudian diadopsi dan dikembangkan menjadi Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui mekanisme ini, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan dan program penanggulangan kemiskinan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Lebih dari itu, pembaruan data secara berkala juga memungkinkan pemerintah melakukan evaluasi terhadap efektivitas intervensi yang telah dilakukan.

“Dengan data yang terus di-update, kita bisa melihat apakah intervensi pemerintah sudah berdampak atau belum. Jika sudah, maka masyarakat yang sebelumnya berada di desil 1 bisa naik ke desil berikutnya. Sebaliknya, jika ada yang belum tersentuh intervensi dan justru mengalami penurunan, itu menjadi bahan evaluasi untuk kebijakan selanjutnya,” katanya.

Menurut Yasin, pendekatan berbasis data dinamis ini menjadi salah satu alasan utama mengapa strategi Bangkalan dalam pengentasan kemiskinan kini dijadikan pilot project untuk diadopsi oleh daerah lain.

“Ini yang menjadi keunggulan Bangkalan. Kebijakannya adaptif, berbasis data, dan terus dievaluasi. Kami dari provinsi tentu memberikan apresiasi atas upaya tersebut,” tambahnya.

Melalui forum Musrenbang RKPD 2027 ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi semakin kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang inklusif, khususnya dalam percepatan penurunan kemiskinan di Kabupaten Bangkalan. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Kinerja Komunikasi DEI dan ESG di Media Sosial Konsisten, Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait