Manasik Haji Kubro Kabupaten Probolinggo Diikuti 1.200 Calon Jamaah Haji
Manasik haji kubro merupakan bagian penting dalam memersiapkan jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci
Manasik haji kubro digelar di objek wisata Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Minggu (5/4/2026)
PROBOLINGGO – Pelaksanaan manasik haji kubro yang digelar di objek wisata Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Minggu (5/4/2026) berlangsung khidmat dan diikuti sekitar 1.200 calon jamaah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan Ahmadi menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian penting dalam memersiapkan jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah, pelaksanaan praktik Manasik Haji Kubro telah terselenggara dengan baik. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo dengan KBIHU se-Kabupaten Probolinggo dan diikuti sekitar 1.200 jamaah atau sekitar 95 persen calon jamaah haji,” ujarnya.
Barzan menjelaskan, manasik haji kubro ini disusun dengan skema haji tamattu’, yang akan dilaksanakan oleh seluruh jamaah asal Kabupaten Probolinggo. Dalam praktiknya, jamaah diberikan pemahaman menyeluruh mulai dari rangkaian umrah hingga pelaksanaan haji.
“Dalam manasik ini, kami menggambarkan seluruh rangkaian ibadah, mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah hingga pelaksanaan jumrah di Mina. Semua tahapan itu dipraktekkan agar jamaah memiliki gambaran utuh saat berada di Tanah Suci,” ujarnya.
Menurut Barzan, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai simulasi ibadah, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam terkait peta perjalanan haji, mulai dari titik keberangkatan hingga lokasi-lokasi penting seperti Arafah, Muzdalifah, Mina hingga Jamarat.
“Tujuan utama manasik kubro ini adalah memberikan pemahaman yang benar kepada jamaah terkait alur perjalanan haji. Dengan demikian, mereka memiliki gambaran yang jelas tentang rute dan tahapan ibadah yang akan dilalui,” tambahnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antar jamaah yang berasal dari berbagai kelompok bimbingan.
“Melalui kegiatan ini, jamaah yang sebelumnya tergabung dalam berbagai KBIHU bisa menyatu. Mereka memiliki tujuan yang sama, yakni meraih haji mabrur, sehingga rasa kebersamaan dan persaudaraan semakin kuat,” tuturnya.
Lebih lanjut Barzan menekankan manasik kubro menjadi tolok ukur kesiapan fisik, mental dan spiritual jamaah.
“Manasik ini juga menjadi sarana mengukur kemampuan diri. Jika jamaah mampu mengikuti seluruh rangkaian dengan baik, Insya Allah mereka juga akan mampu melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Namun jika tidak, ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan,” kata dia.
Ia berharap seluruh calon jamaah haji Kabupaten Probolinggo dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan meraih predikat haji mabrur.
“Mudah-mudahan seluruh jamaah diberikan kemudahan, kesehatan, serta mendapatkan ridha Allah SWT, sehingga mampu melaksanakan ibadah haji dengan sempurna dan meraih haji yang mabrur,” katanya. (*)
