Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Cara Banyuwangi Angkat Potensi Lokalnya lewat Festival Durian Songgon

BANYUWANGI – Banyuwangi dikenal sebagai produsen durian di Jawa Timur. Desa Songgon salah satunya sebagai daerah penghasil buah durian berkualitas di Banyuwangi.

Kecamatan Songgon merupakan salah satu daerah penghasil buah durian berkualitas di Banyuwangi. Luas lahan tanaman durian di kecamatan ini mencapai 94,8 hektar dengan produksi buah mencapai 3.716 ton pada Tahun 2025.

Mengenalkan potensi duriannya tersebut, desa ini menggelar Festival Durian Songgon pada 4-5 April 2026 lalu. Berbagai jenis durian mulai dari durian pelangi, durian merah hingga durian lokal kuning mewarnai festival durian tersebut.

“Ini patut kita apresiasi bagaimana desa berinisiasi mengangkat potensinya lewat cara kreatif seperti festival durian ini,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (6/4/2026).

Festival Durian terselenggara berkat inisiasi desa, Bumdes hingga pemuda karang taruna setempat. Berbagai even diselenggarakan mulai dari kontes durian, bazaar durian, sarasehan pengembangan durian, hingga makan durian sepuasnya.

“Ini merupakan bentuk inovasi sekaligus kreatifitas yang membanggakan dan patut diteladani oleh desa-desa lainnya dalam upaya mempromosikan potensi lokal masing-masing,” kata Ipuk.

Pada kesempatan tersebut Ipuk turut mencicipi durian lokal Songgon yang berwarna merah dan oranye. Kedua durian tersebut merupakan hasil panen dari kebun durian milik warga.

Sebelumnya Durian Merah Banyuwangi telah resmi ditetapkan sebagai produk bersertifikat Indikasi Geografis (IG) oleh Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Direktorat Merek dan Indikasi Geografis. Durian Merah Banyuwangi menjadi durian merah pertama sekaligus satu-satunya di Indonesia yang mendapat perlindungan negara.

Kepala Desa Songgon, M. Qodari mengatakan Festival Durian Songgon digelar bertepatan dengan masa panen raya durian.

“Saat ini kami sedang panen raya. Produksi panen pada tahun ini menurun sedikit, sekitar 70 persen dari tahun lalu karena faktor cuaca. Untuk durian asli Songgon masih bisa dijumpai sampai akhir April, setelahnya mungkin sudah banyak berkurang karena masa panennya akan habis,” ujar M. Qodari.

Festival Durian diisi berbagai even, salah satunya kontes durian. Kontes ini diikuti 42 peserta dengan dua kategori yakni Kontes Durian Lokal Premium dan Kontes Durian Warna.

Salah satu pemenang kontes durian adalah Artoni warga Desa Songgon. Ia menamai duriannya dengan nama Srengege Wetan karena memiliki warna kombinasi seperti warna matahari terbit yakni oranye kemerahan dan ada kuningnya.

“Rasanya manis pulen sedikit ada gurih pahitnya. Untuk dagingnya lumayan tebal,” kata Artoni.

Selain kontes durian, juga digelar makan durian sepuasnya yang berlangsung hari Minggu (5/4/2026). Ratusan buah durian lokal diserbu oleh para peserta yang telah terdaftar. Salah satunya Akbar, warga Banyuwangi yang sengaja datang ke Desa Songgon untuk ikut menikmati durian lokal.

“Saya sengaja ke sini untuk ikut makan durian, cukup bayar Rp 100 ribu boleh makan sepuasnya berapapun,” ujarnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Siap Hadapi Bencana, Lumajang Perkuat 50 Desa Tangguh Bencana

LUMAJANG - Kesiapan masyarakat mengambil tindakan sejak menit-menit pertama...

Langkah Mitigasi Pertanian Purwosari dan Sekitarnya, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe

BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait