Sabtu, 11 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Bupati Gresik Dukung Program Pangan Aman Terpadu, Dorong BPOM Perluas Layanan Klinik

GRESIK – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menerima audiensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya terkait program prioritas nasional Keamanan Pangan Terpadu. Kegiatan digelar di ruang rapat Graita Eka Praja, Kamis (9/4/2026).

Audiensi itu dihadiri oleh Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi beserta tim jajaran. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas PMD Abu Hasan, Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito, serta para kepala perangkat daerah dan tamu undangan lainnya.

Dalam paparannya, Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi menjelaskan, program ini merupakan langkah strategis nasional untuk memperkuat pengawasan dan keamanan pangan hingga ke tingkat masyarakat. Program ini mencakup tiga komponen utama, di antaranya:

Pertama, Desa Pangan Aman, yang berfokus pada pembinaan desa agar mampu memproduksi dan mengawasi pangan secara mandiri. Program ini juga melibatkan kader keamanan pangan desa sebagai ujung tombak edukasi dan pengawasan di tingkat lokal.

Kedua, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, yang menitikberatkan pada pengawasan pangan segar dan olahan di pasar tradisional, sekaligus memberikan edukasi kepada pedagang dan pengelola pasar agar menerapkan standar keamanan pangan.

Ketiga, Sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman, yang bertujuan meningkatkan kualitas jajanan anak melalui pembinaan kantin sekolah serta edukasi kepada siswa, guru, maupun pedagang.

“Saya berharap, adanya dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Kabupaten Gresik agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program itu di Kabupaten Gresik. Pihaknya bahkan memberikan arahan langsung kepada seluruh kepala perangkat daerah yang hadir untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan program itu.

“Pemerintah Kabupaten Gresik melalui OPD terkait berkomitmen mendukung sepenuhnya kegiatan pangan aman terpadu untuk dapat mewujudkan Gresik sebagai kabupaten pangan aman. Mudah-mudahan kegiatan ini akan membangun budaya pangan aman secara mandiri,” tuturnya.

Untuk penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan akses layanan perizinan serta pengembangan berbagai sektor ekonomi daerah, Bupati Yani mendorong BBPOM untuk membuka klinik pelayanan terpadu di Kabupaten Gresik.

“Kehadiran layanan itu diharapkan akan mempermudah para pelaku UMKM, khususnya di sektor makanan dan minuman, dalam mengurus izin edar produk,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini pelaku UMKM kerap menghadapi kendala jarak dan proses administrasi ketika ingin mengurus izin edar BPOM. Dengan adanya unit layanan tersebut, proses perizinan diharapkan bisa lebih cepat dan mudah dalam pengurusan produk UMKM.

“Sambil berjalan, terkait rencana lokasi unit pelayanan BBPOM tersebut untuk sementara bisa dibuka di Mal Pelayanan Publik (MPP),” ungkapnya.

Bupati Gresik juga mengucapkan terima kasih kepada BBPOM Surabaya yang akan mendukung intervensi kegiatan pangan aman terpadu untuk menuju kabupaten pangan aman. Menurut Bupati, program ini merupakan langkah strategis nasional untuk memperkuat pengawasan dan keamanan pangan.

“Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik berharap mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor produksi pangan,” harapnya.

“Pengurusan izin edar dari BBPOM ini juga merupakan upaya percepatan untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gresik,” tuturnya.

Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi mengapresiasi langkah Pemkab Gresik terkait pengembangan UMKM. “Saya sangat apresiasi ini. Kita akan lakukan pendampingan dan pengawasan terkait izin BPOM,” kata Yudi.

Dikatakan, hasil penilaian kabupaten/kota pangan aman pada tahun 2025 oleh BBPOM Surabaya untuk Kabupaten Gresik sebesar 72,09 dengan kategori baik. “Mohon untuk tetap dapat aktif mempertahankan dan kalau bisa ditingkatkan antara lain dalam kegiatan pengawasan pangan aman,” kata dia. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Hindari Risiko Konflik, Haji Khusus Diminta Gunakan Penerbangan Direct Flight

JAKARTA - Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah...

Pastikan Penggunaan LPG Sesuai Aturan, Pengawasan SPPG di Lumajang Ditingkatkan

LUMAJANG - Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan komitmen pemerintah...

Hadapi Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Lakukan Langkah Preventif

BOJONEGORO - Menghadapi transisi musim kemarau Tahun 2026, Badan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Respon Cepat BPBD Nganjuk, Evakuasi Pohon Tumbang di Akses Jalan Warujayeng–Nganjuk

NGANJUK - Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebuah...

Hadapi Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Lakukan Langkah Preventif

BOJONEGORO - Menghadapi transisi musim kemarau Tahun 2026, Badan...

Haji 2026: Pemkab Probolinggo Matangkan Persiapan Pemberangkatan Secara Terpadu

PROBOLINGGO - Untuk memersiapkan keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH)...

Bupati Gresik Dampingi Mendag Budi Santoso Resmikan Pasar Tematik Industri Sidayu, Dorong Kebersihan Lewat Gernas Mapan

GRESIK - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso, didampingi...

Manusuk Sima, Jejak Spiritual 10 Abad Yang Jadi Pondasi Nganjuk Melesat

NGANJUK - Kabupaten Nganjuk kembali menapaki jejak sejarah panjangnya...

Terkait