Kamis, 30 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Ekonomi Lumajang Tumbuh di Atas Rata-Rata Nasional, Struktur Agraris Kuat

LUMAJANG – Ekonomi Kabupaten Lumajang pada 2025 tumbuh 5,35 persen, melampaui capaian nasional 5,11 persen dan Jawa Timur 5,33 persen. Kinerja ini menegaskan daya tahan ekonomi daerah sekaligus menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak positif di tengah tekanan global.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan, capaian tersebut menjadi indikator kuat pondasi ekonomi daerah yang terus membaik.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang tahun 2025 berada di angka 5,35 persen, lebih tinggi dari nasional dan Jawa Timur. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan baik dan terus meningkat,” ujarnya dalam kegiatan Pencanangan Desa Cantik dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Nararya Kirana, Kamis (23/4/2026).

Struktur ekonomi Lumajang masih bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 31,98 persen. Dominasi ini menegaskan karakter agraris sekaligus menjadikan sektor primer sebagai penyangga utama stabilitas ekonomi daerah.

“Pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Lumajang, dan ini harus terus kita perkuat sekaligus kita dorong nilai tambahnya,” kata Bunda Indah.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan mulai menguat dengan kontribusi 23,66 persen. Perkembangan ini menunjukkan adanya pergerakan menuju hilirisasi yang memberi nilai tambah pada komoditas lokal, sekaligus membuka peluang peningkatan daya saing ekonomi daerah.

Namun demikian, dominasi sektor primer juga menjadi tantangan dalam mendorong transformasi ekonomi yang lebih seimbang. Penguatan sektor nonpertanian dinilai penting untuk memperluas basis ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada sektor berbasis sumber daya alam.

“Ke depan, kita perlu mendorong sektor-sektor lain agar struktur ekonomi semakin seimbang dan memiliki daya saing lebih tinggi,” tegasnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi Lumajang juga menunjukkan perbaikan. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,08 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur 3,88 persen dan nasional 4,85 persen. Hal ini mencerminkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja seiring pertumbuhan aktivitas ekonomi.

Pemerintah Kabupaten Lumajang memandang capaian ini sebagai momentum untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berbasis data. Melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Sensus Ekonomi 2026, kebijakan pembangunan diarahkan semakin presisi.

“Dengan data yang akurat, kita pastikan setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” kata dia. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Ibu-ibu Jadi Garda Depan, Pemkot Mojokerto Gencarkan Gerakan Tanam Cabai

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan gerakan tanam cabai...

Pemkab Banyuwangi Gratiskan PBB untuk Warga Miskin

BANYUWANGI - Mulai tahun ini Pemkab Banyuwangi menggratiskan Pajak...

HKB 2026: Kabupaten Jombang Libatkan Siswa SLB dalam Simulasi

JOMBANG - Pemerintah Kabupaten Jombang memeringati Hari Kesiapsiagaan Bencana...
Advertisementspot_img

Terbaru

Aturan Akses Makkah Diperketat, Jemaah Haji Diminta Tak Bepergian Sendirian

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi mulai memerketat aturan akses masuk...

Tradisi Longkangan, Kearifan Lokal Warga Senepo-Ponorogo Jaga Kelestarian Alam

PONOROGO - Belik Wonorejo mendapatkan perlakuan khusus. Warga Desa...

Pelatihan Eco Enzim Dorong Warga Purwotengah Kelola Sampah dari Rumah

MOJOKERTO - Upaya pengurangan sampah dari sumbernya terus digencarkan...

Warga Saudi dan Negara Teluk Masih Boleh Umrah hingga 3 Mei, Meski Tanpa Izin Haji

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi memberi kelonggaran bagi warga negaranya...

Tanggul Jalan di Sawahan Longsor, BPBD Nganjuk Tetapkan Status Potensi Darurat

NGANJUK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk...

Terkait