Minggu, 21 Juni, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pelatihan Eco Enzim Dorong Warga Purwotengah Kelola Sampah dari Rumah

MOJOKERTO – Upaya pengurangan sampah dari sumbernya terus digencarkan Pemerintah Kota Mojokerto. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini sekaligus sebagai langkah konkret pengelolaan sampah rumah tangga.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga. Hal ini sejalan dengan amanah berbagai regulasi, mulai dari undang-undang, peraturan presiden, hingga peraturan menteri.

“Pengurangan sampah minimal 30 persen harus dilakukan dari sumbernya, sedangkan 70 persen sisanya ditangani. Ini amanah peraturan presiden yang harus kita laksanakan bersama,” katanya.

Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini juga menjelaskan potensi sampah organik yang bisa dikelola untuk menjadi ecoenzim. “Setiap hari Kota Mojokerto itu menghasilkan 36 ton sampah organik. Inilah yang menjadi potensi untuk bisa dikelola menjadi eco enzim,” kata dia.

Pada kesempatan ini, Ning Ita kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Menurutnya, kewajiban memilah sampah telah diatur dalam undang-undang sejak 2008, namun implementasinya masih perlu diperkuat melalui kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Ning Ita berharap anggota TP PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pembuatan eco enzim secara berkelanjutan. Sehingga dapat menjadi contoh (uswah hasanah) bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Karena PKK ini adalah sebuah organisasi yang tugasnya adalah mendukung menyukseskan program pemerintah, maka di sini panjenengan saya minta kesadarannya untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lainnya. Terkait dengan gerakan untuk mau mengelola sampah organik menjadi menjadi ecoenzim. Jadi biar pelatihannya tidak sia-sia, dan PKK ini bisa jadi uswah hasanah, contoh kepada masyarakat,” ujarnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Vespa Kultural Warnai Grebeg Suro 2026, Vespisti “Kepung” Monumen Reog Ponorogo

PONOROGO - Para vespisti mendapat ruang berekspresi di Grebeg...

Pemkab Gresik Matangkan Pilkades 2026, E-Voting Disiapkan untuk Tingkatkan Transparansi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik mematangkan persiapan Pemilihan Kepala...

Grebeg Suro: Kirab Pusaka, Jamasan dan Buceng Purak Tetap Pikat Hati Masyarakat

PONOROGO - Antusias masyarakat menyaksikan Kirab Pusaka Lintasan Sejarah...
Advertisementspot_img

Terbaru

Munas-Konbes NU 2026: Gubernur Khofifah Sebut Bahas Berbagai Hal Strategis dan Penguatan Sosial Keagamaan

KEDIRI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri...

Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI: Raih Juara Umum, Gubernur Khofifah Apresiasi Tim Kesenian Kyai Lodra

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan...

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Hari Ketiga Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

BOJONEGORO - Wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar...

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

Terkait