Rabu, 29 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pelatihan Eco Enzim Dorong Warga Purwotengah Kelola Sampah dari Rumah

MOJOKERTO – Upaya pengurangan sampah dari sumbernya terus digencarkan Pemerintah Kota Mojokerto. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan eco enzim bagi anggota TP PKK Kelurahan Purwotengah, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini sekaligus sebagai langkah konkret pengelolaan sampah rumah tangga.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga. Hal ini sejalan dengan amanah berbagai regulasi, mulai dari undang-undang, peraturan presiden, hingga peraturan menteri.

“Pengurangan sampah minimal 30 persen harus dilakukan dari sumbernya, sedangkan 70 persen sisanya ditangani. Ini amanah peraturan presiden yang harus kita laksanakan bersama,” katanya.

Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini juga menjelaskan potensi sampah organik yang bisa dikelola untuk menjadi ecoenzim. “Setiap hari Kota Mojokerto itu menghasilkan 36 ton sampah organik. Inilah yang menjadi potensi untuk bisa dikelola menjadi eco enzim,” kata dia.

Pada kesempatan ini, Ning Ita kembali menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Menurutnya, kewajiban memilah sampah telah diatur dalam undang-undang sejak 2008, namun implementasinya masih perlu diperkuat melalui kesadaran dan kedisiplinan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, Ning Ita berharap anggota TP PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pembuatan eco enzim secara berkelanjutan. Sehingga dapat menjadi contoh (uswah hasanah) bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Karena PKK ini adalah sebuah organisasi yang tugasnya adalah mendukung menyukseskan program pemerintah, maka di sini panjenengan saya minta kesadarannya untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lainnya. Terkait dengan gerakan untuk mau mengelola sampah organik menjadi menjadi ecoenzim. Jadi biar pelatihannya tidak sia-sia, dan PKK ini bisa jadi uswah hasanah, contoh kepada masyarakat,” ujarnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Warga Saudi dan Negara Teluk Masih Boleh Umrah hingga 3 Mei, Meski Tanpa Izin Haji

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi memberi kelonggaran bagi warga negaranya...

Pemkab Madiun Perkuat IKM di Kebonsari, Hilirisasi Melon Dorong Ekonomi Desa

MADIUN - Guna mendorong penguatan Industri Kecil Menengah (IKM),...

Tanggul Jalan di Sawahan Longsor, BPBD Nganjuk Tetapkan Status Potensi Darurat

NGANJUK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk...
Advertisementspot_img

Terbaru

Aturan Akses Makkah Diperketat, Jemaah Haji Diminta Tak Bepergian Sendirian

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi mulai memerketat aturan akses masuk...

Tradisi Longkangan, Kearifan Lokal Warga Senepo-Ponorogo Jaga Kelestarian Alam

PONOROGO - Belik Wonorejo mendapatkan perlakuan khusus. Warga Desa...

Warga Saudi dan Negara Teluk Masih Boleh Umrah hingga 3 Mei, Meski Tanpa Izin Haji

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi memberi kelonggaran bagi warga negaranya...

Tanggul Jalan di Sawahan Longsor, BPBD Nganjuk Tetapkan Status Potensi Darurat

NGANJUK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk...

Apel Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Magetan Tekankan Pentingnya Mitigasi

MAGETAN - Dalam rangka memeringati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB)...

Terkait