Rabu, 29 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Tradisi Longkangan, Kearifan Lokal Warga Senepo-Ponorogo Jaga Kelestarian Alam

PONOROGO – Belik Wonorejo mendapatkan perlakuan khusus. Warga Desa Senepo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo ajek menggelar longkangan, upacara adat untuk memelihara keberadaan sumber air itu.

Kondisi geografis Desa Senepo berupa bentang dataran tinggi membuat penduduknya amat menghargai persediaan air.

Pun, longkangan menempati Karisma Even Ponorogo (Kepo) karena daya tarik unsur budayanya. Plt Bupati Lisdyarita beserta jajaran pejabat teras Pemkab Ponorogo sempat menyaksikan langsung Longkangan bersamaan bergulirnya program Bunda Menginap di Desa (Bunga Desa), Sabtu (25/4/2026).

Prosesi berawal ketika serombongan warga perempuan dan laki-laki dengan busana tradisional Jawa mengambil air dari Belik Wonorejo yang berada Dukuh Papringan, Genuk. Mereka berbekal wadah kendi dan periuk. Rombongan lalu mengarak air dari sumber pegunungan itu menuju Balai Desa Senepo.

“Pemimpin rombongan pembawa air Belik Wonorejo disebut Potrojoyo,” kata Jamid, Kepala Desa Senepo.
Jamid sudah menunggu kedatangan Potrojoyo dan rombongannya di depan balai desa.

Upacara serah terima berlangsung sebelum air dalam wadah kendi dan periuk lantas dipindah ke gentong

Upacara serah terima berlangsung sebelum air dalam wadah kendi dan periuk lantas dipindah ke gentong. Bunda Lis–sapaan Lisdyarita–dan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo mendapat kehormatan memasukkan air belik itu ke gentong berbahan tanah liat.

“Mengandung makna menyimpan air dari sumbernya ke tempat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Ini juga simbol harapan agar Desa Senepo senantiasa diberi keselamatan, kesejahteraan, serta dijauhkan dari berbagai mara bahaya,” ungkap Jamid.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi menakar daya tarik kuat Longkangan. Kekuatan itu berupa kearifan lokal ketika masyarakat yang secara turun-temurun beradaptasi dengan lingkungannya.

“Sikap arif menjaga kelestarian alam berupa sumber air,” ungkapnya.

Judha sengaja ikut naik ke Belik Wonorejo. Keberadaan pohon-pohon besar yang masih terjaga di sekitar sumber air menjadi bukti kesadaran masyarakat dalam merawat alam.

“Longkangan layak masuk Calendar of Event yang menempati 10 besar Kepo (Karisma Even Ponorogo),” ujarnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Haji 2026: 28.274 Jemaah Berangkat, 125 Ribu Nikmati Fast Track

JAKARTA - Operasional haji 1447 H/2026 M memasuki hari...

Gerakan Tanam Serempak di Kota Mojokerto untuk Hadapi Kemarau dan Jaga Ketersediaan Pangan

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar gerakan percepatan tanam...

Hujan Angin Landa Nganjuk, Tim Reaksi Cepat BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Dua Lokasi

NGANJUK - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang...
Advertisementspot_img

Terbaru

Aturan Akses Makkah Diperketat, Jemaah Haji Diminta Tak Bepergian Sendirian

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi mulai memerketat aturan akses masuk...

Pelatihan Eco Enzim Dorong Warga Purwotengah Kelola Sampah dari Rumah

MOJOKERTO - Upaya pengurangan sampah dari sumbernya terus digencarkan...

Warga Saudi dan Negara Teluk Masih Boleh Umrah hingga 3 Mei, Meski Tanpa Izin Haji

MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi memberi kelonggaran bagi warga negaranya...

Tanggul Jalan di Sawahan Longsor, BPBD Nganjuk Tetapkan Status Potensi Darurat

NGANJUK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk...

Apel Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Magetan Tekankan Pentingnya Mitigasi

MAGETAN - Dalam rangka memeringati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB)...

Terkait