TUBAN – PT Pertamina Patra Niaga bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur terus mengintensifkan upaya pencarian dua ekor Rusa Timor yang masih berada di luar area penangkaran Fuel Terminal Tuban.
Perusahaan menyatakan komitmennya untuk menjaga kelestarian satwa dan keberlanjutan program konservasi yang selama ini dijalankan di kawasan operasionalnya. Penangkaran Rusa Timor di Fuel Terminal Tuban merupakan salah satu program konservasi yang dikelola melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Insiden lepasnya tiga ekor Rusa Timor dari area penangkaran diketahui terjadi pada 18 Mei 2026. Setelah menerima laporan, Pertamina Patra Niaga segera melakukan pengecekan di lapangan dan berkoordinasi dengan BBKSDA Jawa Timur untuk melakukan penanganan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan perusahaan sejak awal memprioritaskan keselamatan satwa melalui langkah-langkah penanganan yang sesuai dengan kaidah konservasi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan satwa tersebut diduga keluar melalui celah pada pagar kandang yang muncul akibat perubahan kontur tanah di sekitar lokasi penangkaran,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, proses pencarian melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi di bidang konservasi. Tim gabungan melakukan patroli lapangan, pemantauan menggunakan drone, serta pendampingan dokter hewan dan pengelola satwa guna memastikan proses evakuasi berjalan aman.
Selain fokus pada pencarian, Pertamina Patra Niaga juga melakukan perbaikan pada titik pagar yang diduga menjadi jalur keluarnya satwa. Perusahaan saat ini tengah menyiapkan renovasi fasilitas penangkaran dengan mengacu pada standar konservasi yang berlaku.
Rencana peningkatan fasilitas tersebut mencakup penyempurnaan desain kandang dan sistem pengamanan yang akan terlebih dahulu diverifikasi oleh BBKSDA Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan fasilitas sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga kini, pencarian terhadap dua ekor Rusa Timor yang belum ditemukan masih terus berlangsung. Pertamina Patra Niaga memastikan pemantauan, pencarian, dan pembenahan sarana konservasi akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap perlindungan satwa.
Perusahaan juga menilai kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan lembaga konservasi menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati serta mendukung keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional. [tbs]
