Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan untuk Bidan di Murnajati Malang

Dinkes Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan pelayanan ANC, persalinan, nifas dan SHK bagi bidan di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Lawang, Malang (foto : Dinkes)

MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengirimkan sejumlah bidan untuk mengikuti pelatihan Antenatal Care (ANC), persalinan, nifas dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Lawang, Malang.

​Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 9 hingga 13 Maret 2026 ini difokuskan pada penguatan kualitas pemeriksaan kehamilan serta deteksi dini kelainan bawaan pada bayi baru lahir. Program ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan primer untuk memastikan setiap ibu hamil mendapatkan layanan standar dan setiap bayi lahir sehat tanpa keterlambatan penanganan.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui ​Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Wahyu Utami menyampaikan,, pelatihan ini sangat krusial bagi para bidan sebagai garda terdepan di Puskesmas maupun desa.

​”Kami ingin memastikan seluruh bidan memiliki kompetensi yang selaras dengan standar nasional terbaru, baik dalam pemantauan kehamilan (ANC) yang berkualitas maupun ketepatan pengambilan sampel Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Deteksi dini melalui SHK sangat penting untuk mencegah terjadinya disabilitas intelektual pada anak akibat kekurangan hormon tiroid sejak lahir,” ujarnya.

​Lebih lanjut Sri Wahyu berharap setelah kembali dari Murnajati, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat di wilayah kerja masing-masing. “Muara dari pelatihan ini adalah menurunnya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo serta mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas,” imbuhnya.

​Selama pelatihan, para bidan dibekali dengan materi teori dan praktik intensif, mulai dari penggunaan teknologi kesehatan hingga prosedur teknis medis yang sesuai dengan protokol kesehatan terkini. Dengan peningkatan kapasitas ini, layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin responsif dan profesional. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Kabupaten Pasuruan Nominator Lomba Wana Lestari 2026 Kategori Hutan Kemasyarakatan

PASURUAN - Kabupaten Pasuruan berhasil masuk sebagai salah satu...

Pemkot Madiun Bekali ASN Kemampuan Manajemen Bencana dan Water Rescue

MADIUN – Menyadari bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, Pemerintah...

Terkait Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah, Pemkab Gresik Berkoordinasi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat menindaklanjuti laporan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait