Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Efisiensi Kendaraan Dinas, Bupati Ipuk Imbau ASN Bersepeda atau Transportasi Umum/Online ke Kantor

BANYUWANGI – Dalam upaya penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM), selain penerapan satu hari Work From Home (WFH) sesuai kebijakan pemerintah pusat, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga mengeluarkan kebijakan untuk penghematan energi di kalangan Pemkab Banyuwangi.

Beberapa kebijakan di antaranya mulai dari efisiensi penggunaan kendaraan dinas, Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau menggunakan transportasi umum atau online, atau mengendarai sepeda kayuh ke tempat kerja.

Imbauan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta semua daerah memersiapkan diri terhadap kemungkinan terburuk akibat dinamika yang terjadi di Timur Tengah.

“Efisiensi energi ini merupakan mitigasi yang harus dilakukan bersama dalam menghadapi ketidakpastian situasi akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah. Sebagai bagian dari pemerintah daerah, saya mengajak seluruh ASN untuk menjadi contoh dalam gerakan penghematan energi ini,” kata Ipuk, Kamis (26/3/2026).

Imbauan tersebut juga telah disampaikan Ipuk saat memimpin apel bersama ASN di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Rabu (25/3/2026).

Ipuk mendorong ASN yang rumahnya dekat mulai beralih menggunakan sepeda kayuh menuju tempat kerja masing-masing. ASN juga bisa memanfaatkan angkutan umum dan online ke tempat kerja, seperti yang telah diterapkan Pemkab Banyuwangi tiap hari Jumat.

“Kebijakan ini sedang kita bahas detailnya untuk segera diterapkan bersama. Selain bisa menghemat energi, gowes juga lebih menyehatkan bagi ASN,” kata Alumni Magister Kebijakan Publik (MKP) Universitas Airlangga (Unair) itu.

Selain itu Ipuk, juga meminta seluruh ASN optimalisasi kegiatan berbasis digital untuk mengurangi mobilitas.

“Selain lebih efektif dengan layanan digital, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi BBM untuk kendaraan dinas,” ujarnya.

Imbauan penghematan energi ini, menurut Ipuk bukan untuk menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi dinamika global yang berpotensi mempengaruhi stabilitas pasokan energi, termasuk BBM.

“Kita berharap konflik di Timur Tengah segera mereda, sehingga tidak berdampak terhadap pasokan energi dunia. Meski demikian, kita juga tetap harus membiasakan diri untuk menggunakan energi secara bijak,” ujar Ipuk. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Rumah Ambruk di Kecamatan Besuk

PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo...

Perkuat Kelembagaan, BPBD Jatim Gandeng FPRB dan Siap Siaga Konsolidasikan Forum PRB Kab/Kota se-Jatim

SURABAYA - Keberadaan relawan kebencanaan yang tergabung dalam Forum...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait