PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Napak Tilas Armuzna yang dirangkai dengan jalan sehat, halalbihalal, dan doa bersama bagi calon jemaah haji Tahun 1447 H/2026 M, Kamis (2/4/2026) pagi di halaman Kantor Pemkot Probolinggo. Kegiatan ini dilepas langsung oleh Wakil Walikota Probolinggo, Ina Dwi Lestari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan calon jemaah haji yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari manasik tingkat kecamatan hingga kota, termasuk penguatan spiritual selama Ramadan. Jalan sehat dimulai dari depan kantor walikota setempat di Jl Panglima Sudirman menuju Jl Suroyo dan berakhir di area Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Probolinggo Didik Heriadi menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga simulasi fisik bagi jemaah.
“Napak tilas ini memberikan gambaran kepada jemaah terkait perjalanan Armuzna, khususnya saat dari Mina menuju Jamarat yang jaraknya bisa mencapai sekitar 7 kilometer. Ini menjadi latihan penting agar jemaah siap secara fisik,” ujarnya.
Didik juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Probolinggo dalam seluruh rangkaian persiapan haji tahun ini. Ia menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya menitikberatkan pada aspek fisik, tetapi juga pendalaman spiritual.

“Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai manasik, majelis kajian haji selama Ramadan, hingga tilawatil Quran. Harapannya, jemaah tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual untuk meraih haji mabrur,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Ina Dwi Lestari mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran tubuh menjelang keberangkatan haji. Menurutnya, ibadah haji memerlukan kesiapan fisik dan mental yang prima.
“Rute kali ini mungkin belum seberapa dibandingkan kondisi di Makkah dan Armuzna. Karena itu, saya mengimbau jemaah untuk rutin berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari agar tubuh terbiasa,” ujarnya.
Walikota Probolinggo, Dokter Aminuddin, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memantau kesiapan 310 calon jemaah haji, terutama dari sisi kesehatan.
“Kami meminta Dinas Kesehatan untuk terus melakukan pemantauan secara intensif. Jika ada keluhan, segera diperiksakan agar tidak mengganggu proses ibadah,” katanya.

Ia juga memastikan, keberangkatan jemaah haji tetap berjalan sesuai rencana meskipun terdapat dinamika global. Pemerintah, lanjutnya, telah menjamin tidak ada tambahan biaya bagi jemaah.
“Insyaallah keberangkatan tetap berjalan lancar. Kami terus berkoordinasi agar jemaah dapat berangkat dalam satu kloter sehingga lebih nyaman,” ujarnya.
Salah satu peserta, Halimah (60), warga Sukabumi, mengaku bersyukur dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut setelah menunggu selama 14 tahun.
“Alhamdulillah, meskipun capek tetap semangat. Ini jadi latihan sebelum berangkat. Saya berangkat menggantikan almarhum suami, semoga semua rangkaian ibadah nanti lancar,” tuturnya.
Senada, Firman, salah satu petugas haji daerah Kota Probolinggo, menegaskan kesiapan fisik menjadi faktor utama dalam kelancaran ibadah haji.
“Ibadah haji itu ibadah fisik. Jemaah harus menjaga kesehatan, pola makan, dan bagi yang memiliki penyakit tertentu wajib membawa obat-obatan agar tidak terputus selama di Tanah Suci,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji Kota Probolinggo semakin siap, baik secara fisik maupun mental, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. (*)
