NGANJUK – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak bencana cuaca ekstrem yang melanda wilayah Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, mewakili Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk, secara langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, Kamis (16/4/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut atas kejadian hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Fenomena cuaca ekstrem itu mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa beberapa bangunan milik warga.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, kerusakan yang ditimbulkan tergolong ringan hingga sedang, dengan mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah, seperti genteng yang berjatuhan akibat terpaan angin kencang.
Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sehingga fokus penanganan diarahkan pada pemulihan infrastruktur rumah warga dan pembersihan material terdampak.

Dalam kesempatan itu, Kalaksa BPBD Nganjuk menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas penyaluran bantuan logistik, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral kepada masyarakat yang terdampak.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa masyarakat tidak menghadapi situasi ini sendirian. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban sekaligus mempercepat proses pemulihan,” ujar Sutomo.
Selain menyerahkan bantuan, BPBD bersama perangkat desa dan relawan juga melakukan upaya penanganan lanjutan, seperti evakuasi pohon tumbang, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis, warga diimbau untuk rutin memantau informasi cuaca, mengamankan lingkungan sekitar rumah, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat.
BPBD Kabupaten Nganjuk turut mengajak masyarakat untuk memperkuat budaya tanggap bencana melalui kesiapsiagaan berbasis komunitas. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan relawan dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko serta dampak bencana di masa mendatang.
Dengan langkah cepat dan koordinasi yang solid, diharapkan proses pemulihan di Desa Sumengko dapat berjalan optimal, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dalam waktu yang tidak terlalu lama. (*)
