Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Tradisi Longkangan, Kearifan Lokal Warga Senepo-Ponorogo Jaga Kelestarian Alam

PONOROGO – Belik Wonorejo mendapatkan perlakuan khusus. Warga Desa Senepo Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo ajek menggelar longkangan, upacara adat untuk memelihara keberadaan sumber air itu.

Kondisi geografis Desa Senepo berupa bentang dataran tinggi membuat penduduknya amat menghargai persediaan air.

Pun, longkangan menempati Karisma Even Ponorogo (Kepo) karena daya tarik unsur budayanya. Plt Bupati Lisdyarita beserta jajaran pejabat teras Pemkab Ponorogo sempat menyaksikan langsung Longkangan bersamaan bergulirnya program Bunda Menginap di Desa (Bunga Desa), Sabtu (25/4/2026).

Prosesi berawal ketika serombongan warga perempuan dan laki-laki dengan busana tradisional Jawa mengambil air dari Belik Wonorejo yang berada Dukuh Papringan, Genuk. Mereka berbekal wadah kendi dan periuk. Rombongan lalu mengarak air dari sumber pegunungan itu menuju Balai Desa Senepo.

“Pemimpin rombongan pembawa air Belik Wonorejo disebut Potrojoyo,” kata Jamid, Kepala Desa Senepo.
Jamid sudah menunggu kedatangan Potrojoyo dan rombongannya di depan balai desa.

Upacara serah terima berlangsung sebelum air dalam wadah kendi dan periuk lantas dipindah ke gentong

Upacara serah terima berlangsung sebelum air dalam wadah kendi dan periuk lantas dipindah ke gentong. Bunda Lis–sapaan Lisdyarita–dan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo mendapat kehormatan memasukkan air belik itu ke gentong berbahan tanah liat.

“Mengandung makna menyimpan air dari sumbernya ke tempat yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Ini juga simbol harapan agar Desa Senepo senantiasa diberi keselamatan, kesejahteraan, serta dijauhkan dari berbagai mara bahaya,” ungkap Jamid.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi menakar daya tarik kuat Longkangan. Kekuatan itu berupa kearifan lokal ketika masyarakat yang secara turun-temurun beradaptasi dengan lingkungannya.

“Sikap arif menjaga kelestarian alam berupa sumber air,” ungkapnya.

Judha sengaja ikut naik ke Belik Wonorejo. Keberadaan pohon-pohon besar yang masih terjaga di sekitar sumber air menjadi bukti kesadaran masyarakat dalam merawat alam.

“Longkangan layak masuk Calendar of Event yang menempati 10 besar Kepo (Karisma Even Ponorogo),” ujarnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Kabupaten Pasuruan Nominator Lomba Wana Lestari 2026 Kategori Hutan Kemasyarakatan

PASURUAN - Kabupaten Pasuruan berhasil masuk sebagai salah satu...

Terkait Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah, Pemkab Gresik Berkoordinasi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat menindaklanjuti laporan...

BPBD Jombang Laksanakan Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran di Tiga Puskesmas

JOMBANG - BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait