Minggu, 21 Juni, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Aturan Akses Makkah Diperketat, Jemaah Haji Diminta Tak Bepergian Sendirian

MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi mulai memerketat aturan akses masuk ke Kota Suci Makkah menjelang puncak penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kebijakan ini berdampak langsung pada mobilitas jemaah, termasuk asal Indonesia, yang kini diminta meningkatkan kewaspadaan dan disiplin selama beraktivitas di Tanah Suci.

Merespons situasi tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jemaah agar tidak bepergian sendirian. Sistem pendamping atau buddy system dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko selama menjalankan ibadah.

Kepala Seksi Pelindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Tulus Widodo, menegaskan, setiap aktivitas di luar hotel sebaiknya dilakukan secara berkelompok.

“Untuk petugas maupun jemaah, yang harus dijaga, yang harus dibuat, setiap pergerakan pastikan melakukan secara ‘buddy system’. ‘Buddy system’ dalam hal ini tidak berdua, kami imbau minimal tiga orang,” ujar Tulus di Makkah, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, aturan tersebut bukan sekadar imbauan, melainkan langkah antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang bisa merugikan jemaah maupun petugas.

“Untuk itu kami mengimbau khususnya untuk petugas, apabila melakukan perjalanan pastikan ‘buddy system’ tidak dua orang, tapi tiga orang,” katanya.

Selain pembatasan mobilitas, jemaah juga diwajibkan membawa identitas resmi selama berada di Makkah. Tulus mengingatkan jemaah Indonesia, khususnya yang baru tiba dari Madinah, untuk selalu membawa Kartu Nusuk saat beraktivitas di luar hotel. “Wajib bawa Kartu Nusuk,” katanya.

Kartu tersebut menjadi dokumen penting yang berkaitan dengan akses dan identifikasi jemaah selama di wilayah Makkah.

PPIH juga menyoroti penggunaan transportasi oleh jemaah. Tulus mengingatkan agar jemaah tidak sembarangan menggunakan taksi, terutama menuju Masjidil Haram.

“Di sini ada dua taksi yang resmi, taksi warna putih dan taksi warna hijau. Kenapa kita wajib menggunakan taksi yang resmi? Karena kalau taksi gelap berpotensi membuat jemaah harus turun di lokasi yang jauh dari Masjidil Haram, sehingga dapat menyulitkan perjalanan ibadah mereka,” katanya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Vespa Kultural Warnai Grebeg Suro 2026, Vespisti “Kepung” Monumen Reog Ponorogo

PONOROGO - Para vespisti mendapat ruang berekspresi di Grebeg...

Puncak Haflah ke-27, Yayasan Darut Ta’lim Surabaya Dorong Lulusan Raih Cita-Cita Tinggi

SURABAYA – Puncak Haflah Akhirussanah ke-27 Yayasan Darut Ta’lim...
Advertisementspot_img

Terbaru

Munas-Konbes NU 2026: Gubernur Khofifah Sebut Bahas Berbagai Hal Strategis dan Penguatan Sosial Keagamaan

KEDIRI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri...

Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI: Raih Juara Umum, Gubernur Khofifah Apresiasi Tim Kesenian Kyai Lodra

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan...

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Hari Ketiga Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

BOJONEGORO - Wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar...

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

Terkait