Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Wisata Edukasi Sumber Gedor Banyuwangi, Mata Air Bersejarah Yang Kaya Mineral

BANYUWANGI – Banyuwangi memiliki ratusan sumber mata air. Salah satu sumber mata air yang tertua dan bersejarah adalah Sumber Air Gedor, di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro yang berada di kaki Gunung Ijen.

Sumber air ini menjadi salah satu sumber mata air utama yang dimanfaatkan oleh Pudam (Perusahaan Daerah Air Minum) Banyuwangi untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Banyuwangi.

Tempat ini dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan mulai beroperasi pada 1927. Jadi bisa disebut ini adalah salah satu cagar budaya Banyuwangi.

Kawasan ini berada di tengah hutan dengan pohon-pohon yang tinggi nan rindang, namun tak jauh dari rumah penduduk. Suasana terasa sejuk berada di kawasan ini, mengingat kawasan ini berada di lereng Gunung Ijen.

Pudam Banyuwangi sangat menjaga kawasan ini. Sistem pengelolaan airnya dilakukan secara tertutup untuk menjaga kemurnian dan kejernihan airnya hingga dialirkan ke masyarakat.

Menariknya, selain airnya yang kaya mineral, Sumber Air Gedor tidak pernah kering meski usianya sudah hampir satu abad.

Pudam pun mulai membuka kawasan ini untuk wisata edukasi. Siswa bisa melihat langsung sumber ini secara langsung termasuk pengelolaannya. Bahkan di sini pengunjung juga bisa merasakan kesegaran air dari sumber setelah disuling secara sederhana.

“Sangat mendukung Pudam untuk mengenalkan kawasan ini ke pelajar dan masyarakat. Ini juga semacam pesan kepada generasi muda, sumber mata air harus dijaga dengan baik, dan lingkungan yang melingkupinya. Ini akan menjadi wisata edukasi alternatif, apalagi ini adalah bisa dibilang semcam cagar budaya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau kawasan itu, Rabu (13/5/2026).

Ditambahkan Dirut Pudam Banyuwangi, Abdurrahman, air di Sumber Gedor sangat jernih.  “Airnya kaya akan mineral, sehingga menyehatkan bagi tubuh. Ini sudah dibuktikan dengan hasil uji lab dari Labkesda,” kata dia.

Menurut Abdurrahman di tempat ini anak-anak bisa belajar bagaimana air alam diproses hingga sampai ke rumah-rumah mereka. Bahkan siswa bisa meminum langsung kemurnian air sumber tersebut setelah dilakukan penyulingan.

“Di sini siswa bisa melihat bagaimana proses air dari alam ini disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran menjaga lingkungan akan tumbuh sejak dini,” kata dia.

Siswa juga dikenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang ada di sekitar sumber Gedor. Lokasi sumber air ini memang dikelilingi oleh vegetasi yang cukup lebat. Beragam jenis tumbuhan ada di sana, seperti pohon keluwek, jambu, kemiri, dan banyak lainnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Kinerja Komunikasi DEI dan ESG di Media Sosial Konsisten, Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi...

Kabupaten Pasuruan Nominator Lomba Wana Lestari 2026 Kategori Hutan Kemasyarakatan

PASURUAN - Kabupaten Pasuruan berhasil masuk sebagai salah satu...
Advertisementspot_img

Terbaru

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Terkait