Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Nobar Film Na Willa, Pererat Kebersamaan Keluarga Besar PT POMI dan Penyandang Disabilitas

PROBOLINGGO – PT Paiton Energy-POMI kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kebersamaan dan kepedulian sosial melalui kegiatan nonton bareng (nobar) film “Na Willa” bersama keluarga besar perusahaan dan sekolah mitra, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang digelar di CGV Kota Probolinggo tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari karyawan, anak-anak karyawan serta keluarga besar SLB Negeri Kraksaan meliputi siswa, guru dan orangtua siswa.

Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak mewarnai jalannya kegiatan. Tidak hanya menjadi sarana hiburan, nobar film tersebut juga menjadi momen mempererat silaturahmi sekaligus membangun hubungan yang lebih harmonis dan inklusif antara perusahaan dengan sekolah mitra.

Film “Na Willa” yang sarat pesan kehidupan dipilih karena mengandung nilai kebersamaan, kasih sayang dan penghormatan terhadap perbedaan.

HCFC Manager PT POMI Rochman Hidayat mengatakan kegiatan nobar tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan sosial yang inklusif dan penuh kepedulian.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta menumbuhkan semangat saling menghargai, menyayangi dan menghormati dalam setiap perbedaan,” katanya.

Rombongan keluarga perusahaan PT Paiton Energy- POMI dan SLB Negeri Kraksaan saat berada di CGV Probolinggo

Menurut Rochman, kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan sosial mampu menghadirkan energi positif sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat.

“Kami berharap nilai kebersamaan, saling menyayangi dan menghormati dapat terus tumbuh menjadi budaya yang menguatkan hubungan antar sesama,” jelasnya.

Suasana hangat dan penuh keceriaan tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Interaksi antara karyawan perusahaan dengan siswa, guru dan orang tua SLB Negeri Kraksaan mencerminkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial yang kuat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap semangat inklusivitas dan penghormatan terhadap penyandang disabilitas dapat terus tumbuh di tengah masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang lebih ramah, setara dan penuh empati,” tambahnya.

Sementara Kepala SLB Negeri Kraksaan Wulandoko menyampaikan kegiatan nobar film “Na Willa” tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi sosial yang memberikan pesan kuat tentang pentingnya menghargai keberagaman dan kesetaraan hak.

Kepala SLB Negeri Kraksaan Wulandoko (kanan) mendampingi peserta didiknya dalam nobar film Na Willa

“Kegiatan nobar film Na Willa ini sangat positif karena memberikan ruang yang setara bagi teman-teman disabilitas untuk menikmati karya seni dan hiburan seperti masyarakat pada umumnya. Film ini juga sarat pesan moral tentang inklusivitas, keberagaman dan pentingnya saling menghargai perbedaan,” ungkapnya.

Menurut Wulandoko, kisah dalam film itu memberikan pembelajaran tentang arti kebersamaan dan empati sosial melalui tokoh-tokoh dengan latar belakang budaya dan kondisi yang berbeda.

“Film ini mengajarkan, perbedaan suku, budaya maupun kondisi fisik bukanlah penghalang untuk hidup rukun dan saling mendukung. Nilai seperti inilah yang perlu terus ditanamkan kepada masyarakat sejak dini,” kata dia.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan pemerintah, komunitas hingga industri perfilman nasional agar akses hiburan yang ramah disabilitas semakin luas.

“Kami berharap semakin banyak bioskop dan pelaku industri kreatif menyediakan fasilitas aksesibilitas seperti subtitle untuk teman tuli maupun layanan pendukung lainnya sehingga penyandang disabilitas benar-benar merasakan hak yang sama dalam menikmati ruang publik dan hiburan,” ujarnya.

Wulandoko juga menyampaikan terima kasih kepada PT Paiton Energy-POMI dan tim CSR perusahaan yang telah melibatkan siswa SLB Negeri Kraksaan dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada PT POMI dan CSR PT POMI. Harapan kami jika ada film bertema anak disabilitas atau edukasi lainnya, kami bisa kembali diundang agar anak-anak mendapatkan pengalaman positif,” kata dia. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Langkah Mitigasi Pertanian Purwosari dan Sekitarnya, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe

BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan...

Siap Hadapi Bencana, Lumajang Perkuat 50 Desa Tangguh Bencana

LUMAJANG - Kesiapan masyarakat mengambil tindakan sejak menit-menit pertama...

Terkait Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah, Pemkab Gresik Berkoordinasi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat menindaklanjuti laporan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait