Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat, BNPB Ingatkan Kewaspadaan Ancaman Banjir

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia meningkatkan kewaspadaan.

Hal tersebut menyusul prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kesiapsiagaan di tingkat daerah menjadi langkah penting. Guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir.

“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemda dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut,” ujar Abdul dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026) malam.

Menurutnya, dampak cuaca ekstrem dengan durasi hujan yang panjang telah terlihat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan banjir yang merendam 35 rumah warga serta dua fasilitas pendidikan, yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu.

Meski genangan banjir di Blora dilaporkan berangsur surut, BNPB mengingatkan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih sangat dinamis. Di satu sisi, sejumlah daerah masih berpotensi diguyur hujan lebat, sementara wilayah lain mulai memasuki musim kemarau.

Karena itu, BNPB meminta kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Tetapi juga terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, BPBD, pemerintah daerah, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Menurut BNPB, langkah antisipasi sejak dini dan respons cepat dari seluruh unsur pemerintah serta masyarakat menjadi kunci utama. Agar meminimalkan risiko dan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Modus Liburan ke Malaysia, Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal via Kualanamu

JAKARTA - Upaya keberangkatan haji melalui jalur nonresmi kembali...

Demi Cetak Generasi Indonesia Hebat, Pemkot Mojokerto Kampanyekan Ibu Hamil Sehat

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan kampanye hidup sehat...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait