Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten Sumenep atas komitmen dan dedikasi dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan Bahasa Daerah sebagai bagian dari identitas, budaya, dan kekayaan bangsa.

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah, dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah, melalui berbagai program pendidikan, kebudayaan, dan pelibatan masyarakat.

“Bahasa daerah merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, kearifan lokal, dan jati diri masyarakat yang harus terjaga keberlangsungannya sampai kapanpun,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo seusai menerima penghargaan, di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi cerminan karakter, budaya, dan identitas masyarakat, sehingga penghargaan menjadi motivasi untuk mendorong melestarikan bahasa daerah, agar tetap hidup dan mewariskan kepada generasi muda.

“Kami untuk merawat dan melestarikan bahasa daerah, di antaranya melalui berbagai program, seperti muatan lokal di sekolah, festival budaya, lomba pidato dan mendongeng yang berkolaborasi dengan komunitas budaya dan lembaga pendidikan,” katanya.

Ia mengharapkan, seluruh elemen dengan penghargaan ini menumbuhkan semangat melestarikannya di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, supaya bahasa daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi.

“Masyarakat Kabupaten Sumenep hendaknya semakin aktif dalam mengembangkan program pelestarian bahasa daerah, demi menjaga kekayaan budaya bangsa,” tuturnya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026, di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, Jalan Raya Parung, Ciputat, Bojongsari, Kota Depok, Senin (25/5/2026).

“Yang jelas, menjaga dan merawat bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar tetap lestari di zaman apapun,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Pemkot Madiun Bekali ASN Kemampuan Manajemen Bencana dan Water Rescue

MADIUN – Menyadari bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, Pemerintah...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait