Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Bondowoso Berupaya Tingkatkan PAD untuk Atasi Keterbatasan Anggaran

BONDOWOSO – Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang membatasi ruang fiskal daerah, mengharuskan Pemerintah Kabupaten Bondowoso tetap berupaya maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu terobosan strategis yang tengah digarap adalah aplikasi Pasopati (Pajak Online Sistem Patriotik Terintegrasi).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso menjadi aktor utama dalam percepatan pembuatan aplikasi ini. Sekda tidak hanya memberi arahan, tetapi juga mengawal langsung seluruh proses pembangunan sistem dari awal hingga akhir. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap keterbatasan anggaran daerah pasca kebijakan efisiensi dari pusat.

Untuk merealisasikan aplikasi Pasopati, Sekda secara resmi menugaskan dua perangkat daerah yaitu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) diberikan tanggung jawab menyiapkan data perpajakan, skema pembayaran, serta regulasi pendukung.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ditugaskan mengembangkan sistem informasi, menyediakan infrastruktur digital, serta menjamin keamanan data pengguna.

Aplikasi Pasopati dirancang sebagai solusi pembayaran pajak daerah yang terintegrasi. Masyarakat dapat membayar tiga jenis pajak sekaligus hanya dalam satu platform, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Keunggulan utama Pasopati terletak pada fleksibilitas waktu dan tempat. Seluruh pembayaran pajak dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja karena sistem ini mengandalkan metode pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Wajib pajak cukup mengakses aplikasi, memilih jenis pajak yang hendak dibayar, memasukkan nomor objek pajak, lalu memindai kode QRIS yang muncul menggunakan dompet digital atau mobile banking. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan mengurangi kunjungan fisik ke kantor pelayanan atau loket pembayaran.

Dengan pengawalan ketat dari Sekda, ditargetkan penyelesaian aplikasi hanya beberapa bulan. Sekda secara rutin memantau kolaborasi antara Bapenda dan Diskominfo untuk memastikan tidak ada hambatan teknis maupun administratif. Setiap perkembangan dilaporkan secara berkala, sehingga kendala yang muncul dapat segera diatasi.

Aplikasi Pasopati diharapkan menjadi wajah baru pelayanan pajak di Bondowoso. Selain mempermudah masyarakat, sistem ini juga diyakini mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus menekan potensi kebocoran pendapatan.

Efisiensi anggaran dari pusat tidak lagi dilihat sebagai hambatan, melainkan sebagai pemicu lahirnya inovasi digital yang lebih cepat dan tepat sasaran. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Siap Hadapi Bencana, Lumajang Perkuat 50 Desa Tangguh Bencana

LUMAJANG - Kesiapan masyarakat mengambil tindakan sejak menit-menit pertama...

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait