Minggu, 21 Juni, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Ikuti Pembelajaran Kebencanaan, Muslimat NU Surabaya Kunjungi Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim

SURABAYA – Semakin banyak saja ragam komunitas perempuan yang tertarik mendalami masalah kebencanaan di BPBD Jatim.

Setelah BKOW Jatim dan DWP Setdaprov Jatim, kini giliran komunitas ibu-ibu Muslimat NU Kota Surabaya yang melakukan kunjungan pembelajaran kebencanaan di Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim, Senin (8/6/2026).

Sekitar 100 anggota Muslimat NU Kota Surabaya, yang terdiri dari Pimpinan Cabang (PC) dan perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari berbagai kecamatan di Surabaya ini terlihat begitu antusias mengikuti proses pembelajaran kebencanaan kali ini.

Hadir mewakili Kalaksa BPBD Jatim dalam pembukaan kegiatan ini, Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara dan Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya, Hj Lilik Fadhilah.

Berbagai materi kebencanaan diberikan dalam kegiatan edukasi bencana ini, mulai dari pengenalan ragam jenis bencana, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) hingga simulasi gempa bumi dan pemadaman kebakaran.

Ketua PC Muslimat NU Kota Surabaya Hj Lilik Fadhilah mengaku surprise dengan adanya fasilitas pembelajaran kebencanaan yang dimiliki BPBD Jatim ini.

100 anggota Muslimat NU Kota Surabaya dari berbagai kecamatan di Surabaya begitu antusias mengikuti proses pembelajaran kebencanaan

Ia pun tak menyangka, jika di Jawa Timur ada fasilitas edukasi bencana yang begitu lengkap, mulai dari Tenda Pendidikan Bencana hingga simulator gempa.

“Kegiatan ini In sya Allah sangat bermanfaat bagi anggota kami, mulai dari pengurus ranting, anak ranting hingga PAC. Apa yang kita dapat hari ini pasti akan kami tularkan ke anggota lainnya,” ujarnya di sela acara.

Sekretaris BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Muslimat NU Kota Surabaya yang telah berkunjung mengikuti pembelajaran kebencanaan di area Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim.

Baginya, edukasi ini penting, karena penanganan bencana, tidak bisa hanya dilakukan pemerintah atau BPBD saja. Tapi, perlu keterlibatan segenap masyarakat, termasuk kelompok Muslimat NU.

“Dan dari survei yang pernah dilakukan di Jepang, mereka yang selamat saat terjadi bencana itu mayoritasnya karena faktor kemampuan diri mereka sendiri, bukan karena bantuan regu penolong,” ujarnya.

Berbagai materi kebencanaan mulai pengenalan ragam jenis bencana, PPGD hingga simulasi gempa bumi dan pemadaman kebakaran

Sekretaris BPBD Jatim juga menyampaikan dukungan penting Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam penanggulangan bencana di Jatim. Salah satunya, saat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) saat cuaca ekstrem melanda Jatim, beberapa lalu.

Berkat OMC yang dilaksanakan atas arahan Gubernur Khofifah itu, cuaca ekstrem di Jatim bisa dikendalikan, sehingga kegiatan masyarakat saat lebaran bisa berlangsung nyaman, tanpa bencana yang berarti.

“Pelaksanaan OMC itu bahkan didukung dari APBD Jatim. Padahal di provinsi lain, kegiatan OMC mengandalkan anggaran dari pusat. Inilah bentuk kepedulian yang luar biasa dari ibu Gubernur,” kata dia.

Sementara, Kabid PK BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara menambahkan, selama ini, perempuan dan anak-anak merupakan kelompok rentan yang sering menjadi korban saat terjadi bencana.

Karenanya, pembelajaran kebencanaan bagi anggota Muslimat NU ini sangat tepat, dan perlu ditularkan ke anggota Muslimat NU lainnya.

“Berbagai sarana prasarana yang dihadirkan BPBD Jatim ini juga merupakan bentuk kepedulian Ibu Gubernur terhadap penanganan bencana di Jawa Timur,” ujarnya.

Para peserta juga mendapat bantuan 100 bibit pohon produktif

Selain pembelajaran kebencanaan, dalam kegiatan ini, para peserta juga mendapat bantuan 100 bibit pohon produktif, berupa, bibit pohon jambu, alpukat dan kelengkeng.

“Ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi lingkungan yang ditekankan Ibu Gubernur, ibu-ibu. Kita jaga alam, alam jaga kita,” lanjut Kabid PK BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara.

Sulinah, salah satu pengurus PAC Kec. Gunung Anyar yang berkesempatan mencoba simulasi pemadaman kebakaran juga mengaku sangat berkesan dengan pembelajaran kebencanaan di BPBD Jatim ini.

“Terima kasih kepada BPBD Jatim dan Ibu Gubernur Khofifah untuk pembelajaran kebencanaan hari ini. Banyak sekali manfaat yang kita dapat dan bisa kita tularkan kepada anggota lainnya,” ujar Sulinah. (ris, *)

Advertisementspot_img

Populer

Pemkab Gresik Matangkan Pilkades 2026, E-Voting Disiapkan untuk Tingkatkan Transparansi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik mematangkan persiapan Pemilihan Kepala...

Jelajahi Banyuwangi, Raline Shah Kagumi Tata Kelola Pemerintahan Bupati Ipuk

BANYUWANGI – Banyuwangi bagi Raline Shah, bukan sekadar wisata....

Puncak Haflah ke-27, Yayasan Darut Ta’lim Surabaya Dorong Lulusan Raih Cita-Cita Tinggi

SURABAYA – Puncak Haflah Akhirussanah ke-27 Yayasan Darut Ta’lim...
Advertisementspot_img

Terbaru

Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI: Raih Juara Umum, Gubernur Khofifah Apresiasi Tim Kesenian Kyai Lodra

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan...

Wujudkan Sekolah Tangguh Bencana, BPBD Kota Kediri Gandeng SLB Putra Asih Gelar Edukasi dan Simulasi Mitigasi

KEDIRI - Guna melatih kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko, korban...

Hari Ketiga Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, Ratusan Anak Ikuti Lomba Mewarnai

BOJONEGORO - Wajah-wajah penuh semangat tampak dari para pelajar...

Sinergi Pemkot dan MES, Khitanan Massal Meriahkan Hari Jadi Kota Mojokerto

MOJOKERTO - Khitanan massal yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi...

BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu...

Terkait