PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan logistik kepada dua warga terdampak kebakaran di Desa Kedungcaluk Kecamatan Krejengan, Rabu (10/6/2026) sore.
Bantuan diserahkan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo kepada Moh. Asim dan Nur Satik yang dapurnya mengalami kerusakan akibat kebakaran yang dipicu kobaran api dari rumpun bambu (barongan) di tepi sungai.
Adapun bantuan yang diberikan kepada masing-masing korban berupa satu buah terpal, satu matras, satu selimut, satu dus makanan siap saji, satu paket hygiene kit, satu paket sandang, satu paket perlengkapan kebersihan, satu paket perlengkapan makan serta satu paket sembako.
Penyaluran bantuan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial dan Tagana, Camat Krejengan Andi Wiroso, Pemerintah Desa Kedungcaluk serta personel TRC PB BPBD Kabupaten Probolinggo.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak musibah serta untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban pasca kejadian.
“Begitu menerima laporan kejadian, kami segera melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dan membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan,” katanya.

Menurut Oemar, peristiwa bermula dari kebakaran rumpun bambu di tepi sungai dengan penyebab yang belum diketahui. Warga setempat berupaya memadamkan api secara gotong royong sebelum akhirnya dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB untuk melakukan pemadaman.
“Saat proses pendinginan berlangsung, api dari rumpun bambu yang terbakar diduga terbawa angin dan menyambar bagian dapur dua rumah warga yang berada sekitar 25 meter dari lokasi kebakaran. Beruntung petugas damkar bersama masyarakat yang masih berada di lokasi dapat segera melakukan pemadaman sehingga api tidak menjalar ke bangunan lainnya,” katanya.
Oemar mengapresiasi kesigapan warga, pemerintah desa, petugas pemadam kebakaran serta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah desa, petugas damkar, Dinas Sosial, Tagana dan seluruh pihak yang bergerak cepat dalam penanganan kejadian ini. Sinergi seperti ini sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di masyarakat,” kata dia. (tri)
