LUMAJANG – Di lereng Gunung Semeru, kopi telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Selama ini hasil panen lebih banyak dipasarkan dalam bentuk biji maupun bubuk. Kini, melalui sentuhan kreativitas, komoditas itu mulai diperkenalkan dalam bentuk olahan yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi baru.
Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta Kelompok Sumberwuluh 1 melalui pelatihan pembuatan cookies berbahan dasar kopi di Posyandu Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Selasa (21/7/2026).
Sebanyak 25 ibu-ibu RT 03 Dusun Kebondeli Selatan mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB. Tidak sekadar belajar membuat kue, para peserta juga diajak melihat bahwa kopi lokal dapat diolah menjadi produk pangan kreatif yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok Sumberwuluh 1, Firdania Nur Azizah mengatakan pelatihan tersebut disusun setelah tim melakukan pemetaan potensi desa. Dari hasil pengamatan, kopi menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.
“Program ini kami sesuaikan dengan potensi utama warga, yaitu kopi. Selama ini pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk biji atau bubuk seduh. Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa kopi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung interaktif. Mahasiswa mendampingi peserta mulai dari menyiapkan bahan, meracik adonan, menentukan komposisi kopi agar menghasilkan cita rasa yang khas, hingga proses pemanggangan untuk menghasilkan cookies yang renyah dan menarik.
Kepala Desa Sumberwuluh, Sulhan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang mengangkat potensi lokal sebagai materi pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, inovasi seperti ini menjadi langkah positif untuk mendorong masyarakat melihat komoditas desa dari sudut pandang yang lebih kreatif.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga yang telah memilih potensi kopi sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat. Harapan kami, ilmu yang diberikan tidak berhenti pada saat pelatihan saja, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus mendukung ekonomi keluarga,” ujarnya.
Desa Sumberwuluh yang berada di kawasan kaki Gunung Semeru memiliki beragam potensi pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Melalui inovasi pengolahan hasil pertanian seperti kopi, pemerintah desa berharap semakin banyak produk lokal yang mampu bersaing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Banyak di antara mereka aktif bertanya mengenai teknik pembuatan, ketahanan produk, hingga peluang pemasaran apabila cookies kopi diproduksi sebagai usaha rumahan.
Salah seorang peserta, Suibeh (56), mengaku memperoleh pengalaman baru yang membuka wawasannya terhadap pemanfaatan kopi.
“Alhamdulillah, kami diajari membuat kue kering berbahan kopi. Selama ini kami hanya mengenal kopi sebagai minuman. Ternyata bisa diolah menjadi makanan yang enak dan menarik. Semoga ilmu ini bisa kami kembangkan untuk menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.
Bagi warga Dusun Kebondeli Selatan, pelatihan ini bukan sekadar belajar membuat cookies. Kegiatan tersebut membuka cara pandang baru bahwa hasil panen yang selama ini akrab dalam kehidupan sehari-hari dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Dari dapur-dapur rumah warga, inovasi sederhana itu diharapkan tumbuh menjadi peluang usaha yang menggerakkan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat identitas Desa Sumberwuluh sebagai desa yang mampu mengembangkan potensi lokal melalui kreativitas masyarakat. (tri)
