Jumat, 24 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

BPBD Jombang Perkuat Budaya Tanggap Bencana melalui Edukasi dan Simulasi Kebakaran Serentak di Lima Sekolah

LJOMBANG – Komitmen BPBD Kabupaten Jombang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi kepada generasi muda.

Pada Rabu (15/7/2026), BPBD Kabupaten Jombang melalui Unit Operasi Pusdalops PB bersama Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan secara serentak melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana serta Kebakaran di lima lembaga pendidikan, yaitu SMK Muhammadiyah 2 Jogoroto, SMK Negeri Mojoagung, SMPIT Ruhul Jadid Sengon, MA Ar-Rahman Sumoyono, dan SMP Negeri 2 Gudo.

Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertujuan membekali peserta didik baru dengan pengetahuan, keterampilan, serta sikap tanggap dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Siswa sebelum praktik juga dibekali materi teori dan pengenalan masalah kebakaran 

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, para siswa juga diajak memahami pentingnya kesiapsiagaan sebagai bekal menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja.

Di setiap sekolah, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia atau pihak sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai dasar-dasar penanggulangan bencana.

Tim BPBD memberikan edukasi mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Jombang, mulai dari banjir, angin kencang, gempa bumi, hingga kebakaran. Peserta dikenalkan pada langkah-langkah mitigasi, cara menyelamatkan diri, prosedur evakuasi yang benar, serta pentingnya menjaga ketenangan ketika menghadapi kondisi darurat.

Kegiatan atau praktik biasanya banyak menarik minat siswa

Tidak hanya penyampaian teori, para peserta juga mendapatkan materi khusus mengenai bahaya kebakaran. Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjelaskan penyebab umum terjadinya kebakaran, cara pencegahan, hingga tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum api membesar.

Melalui praktik langsung, para siswa berkesempatan melihat simulasi penanganan kebakaran serta penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara benar dan aman. Pendekatan praktik ini menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif sehingga peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ratusan siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penanganan bencana, teknik penyelamatan diri, hingga peran masyarakat dalam mendukung upaya mitigasi bencana.

Petugas dengan telaten dan sigap memberikan penjelasan dan materi kepada siswa

Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap pentingnya keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara serentak di lima sekolah tersebut, BPBD Kabupaten Jombang berharap semakin banyak pelajar yang memiliki pengetahuan dasar mengenai kebencanaan serta mampu menjadi pelopor budaya sadar bencana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Penanaman nilai kesiapsiagaan sejak dini merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi yang lebih tangguh, disiplin, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana di masa mendatang.

Saat pemaparan di kelas melalui interaksi pertanyaan atau tanggapan juga disukai siswa

BPBD Kabupaten Jombang akan terus berkomitmen memperluas jangkauan edukasi kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Jombang yang lebih aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi ancaman bencana.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu membentuk budaya mitigasi yang kuat sehingga risiko bencana dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat senantiasa menjadi prioritas utama. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Resmikan Jembatan Bolorejo, Pemkab Mojokerto Perkuat Konektivitas dan Dorong Ekonomi Desa

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto resmi meresmikan jembatan...

Encek-encek Peringati Hari Jadi Ke-94, Sekda Budiar Harapkan Desa Pujiharjo Jadi Desa Wisata

MALANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr Ir Budiar, MSi...

Bukan Kanvas Biasa, Pelajar Madiun Lukis Ikon Kota Madiun di Media Anyaman

MADIUN - Kreativitas pelajar mewarnai Balai Kota Madiun melalui...
Advertisementspot_img

Terbaru

Antisipasi Erupsi Gunung Kelud, BPBD Kabupaten Malang Gelar Gladi Posko dan Penandatanganan Dokumen Darurat Bencana

​MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang...

Musim Kemarau 2026: Pemkab Magetan dan Forkopimda Bersinergi Cegah Karhutla serta Kekeringan

MAGETAN - ​Pergantian musim selalu membawa tantangan nyata yang...

Tagana Masuk Pesantren, Bekali Santri Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

MOJOKERTO – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak...

Apen Rainbow Parsanga, Pertahankan Citarasa Jajanan Tradisional Khas Sumenep

SUMENEP - Apen merupakan salah satu jajanan tradisional khas...

Terkait