Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

13 Guru Besar Ramaikan Bursa Calon Rektor UINSA

SURABAYA – Pendaftaran bakal calon Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) periode 2026–2030 ditutup pada Jumat (6/3/2026) dengan jumlah pendaftar yang cukup banyak. Hingga batas akhir pendaftaran, tercatat 13 orang mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor.

Ketiga belas pendaftar tersebut adalah Prof. Masdar Hilmy, Prof. Abdul Chalik, Prof. Khoirun Niam, Prof. Evi Fatimatur Rusydiyah, Prof. Idri, Prof. Akh. Muzakki, Prof. Siti Warjiyati, Prof. Rubaidi, Prof. Husniyatus Salamah, Prof. Nur Kholis, Prof. Mohammad Kurjum, Prof. Achmad Muhibin Zuhri dan Prof. Zumrotul Mukaffa.

Pada hari terakhir pendaftaran, sejumlah dosen dan tenaga kependidikan terlihat ikut mengantar para pendaftar menuju ruang panitia di Gedung Rektorat UINSA.

Di antara pengantar bakal calon rektor itu ada pengurus Ika UINSA (Ikatan Keluarga Alumni) A. Bajuri. “Saya datang bukan untuk mendukung salah satu calon, tapi ingin melihat prosesnya saja,” ujar Bajuri kepada Memorandum, kemarin.

Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UINSA itu menjelaskan bahwa sehari sebelumnya Ika UINSA telah mengadakan Serasehan untuk menjajagi visi misi para calon rektor.

“Saya sebenarnya hanya ingin memastikan berapa jumlah pendaftarnya sekaligus berdiskusi dengan masyarakat kampus. Informasi ini penting untuk kemajuan UINSA ke depan” katanya.

Bajuri mengaku cukup terkejut dengan jumlah pendaftar yang mencapai 13 orang. Sebab sebelumnya ia mendengar bahwa jumlah bakal calon diperkirakan hanya sekitar tujuh hingga delapan orang.

Sebagai mantan wartawan pada era 1990-an, Bajuri mengaku sempat melakukan diskusi informal dengan sejumlah dosen dan civitas akademika yang berada di lokasi pendaftaran.

Dari percakapan tersebut, ia melihat adanya beragam pandangan di kalangan civitas akademika terkait pemilihan rektor mendatang.

“Memang ada yang pro terhadap incumbent. Tetapi dari diskusi informal yang saya dengar, arus netral dan yang menginginkan perubahan sangat kuat,” katanya.

Ia menambahkan, suasana tersebut juga terlihat dari adanya spanduk yang dibawa para pengantar bakal calon rektor. Spanduk itu bertuliskan “Calon Rektor UINSA: Guyub, Rukun, Damai, Bahagia, Seduluran Selawase.”

“Sepintas saya melihat pesan itu seperti menggambarkan harapan agar ke depan suasana kampus lebih guyub dan rukun. Tapi ini hanya pengamatan pribadi saya,” ujarnya.

Bajuri juga mengaku mendengar adanya percakapan informal di kalangan civitas akademika yang mulai memunculkan berbagai tagline terkait pemilihan rektor, seperti #wayaheganti, #gantirektor, hingga #asalbukandia.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dinamika tersebut merupakan bagian dari diskusi informal di lingkungan kampus.

Menurut Bajuri, jumlah pendaftar yang mencapai 13 orang merupakan fenomena yang jarang terjadi dalam pemilihan pimpinan perguruan tinggi.

“Ini fenomena yang cukup unik. Bisa saja ini menjadi tanda adanya dinamika atau pergerakan menuju perubahan,” ujarnya.

Bajuri mengatakan akan melaporkan perkembangan tersebut kepada Ketua Umum IKA UINSA Dr. H. Ida Fauziyah untuk melihat kemungkinan menggelar kembali forum diskusi alumni.

“Apakah perlu diadakan lagi serasehan alumni dengan menghadirkan seluruh 13 bakal calon rektor UINSA, nanti akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Ketum,” katanya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Pemkot Madiun Bekali ASN Kemampuan Manajemen Bencana dan Water Rescue

MADIUN – Menyadari bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu, Pemerintah...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

BPBD Kota Madiun Bekali ASN Keterampilan Water Rescue

MADIUN - Berbagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat...
Advertisementspot_img

Terbaru

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Terkait