Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Bupati Pasuruan Instruksikan BPBD Aktifkan Shelter Kebencanaan

PASURUAN – Sejak terjadinya banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan pada Selasa (24/3/2026) malam lalu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk langsung mengaktifkan shelter kebencanaan yang ada di tiga kecamatan, yakni Rejoso, Bangil dan Winongan, untuk bisa membantu kebutuhan kedaruratan, yakni nasi bungkus.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan sejak hari pertama terjadinya banjir sampai hari ini, tak kurang dari 10 ribu nasi bungkus sudah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak. Utamanya ke wilayah yang genangannya masih tinggi seperti Winongan, Rejoso, Beji, Grati, dan lainnya.

“Semua shelter kami aktifkan untuk bisa membantu kebutuhan kedaruratan, yakni nasi bungkus. Sampai sekarang terus kami buat untuk membantu masyarakat terdampak,” kata Sugeng, Kamis (26/3/2026).

Menurut Sugeng, di setiap harinya, tak kurang dari tiga ribu nasi bungkus yang dibuat dan langsung dibagikan ke warga. Untuk membantu kelancaran dapur umum daan distribusi, BPBD mengerahkan seluruh petugas plus taruna siaga bencana (tagana) dan relawan lainnya.

“Kami kerahkan semua supaya cepat selesai, karena yang kita buat jumlahnya cukup banyak dan wilayahnya juga luas,” terangnya.

BPBD melaporkan 11 kecamatan masih tergenang banjir. Hanya saja, dari seluruh wilayah tersebut, banjir paling parah masih terjadi di wilayah Kecamatan Rejoso dan Beji.

Kata Sugeng, khusus di Kecamatan Rejoso, total ada 1.774 rumah di 11 desa yang tergenang banjir. Terparah ada di Desa Jarangan, dimana ketinggian air mencapai 100 sentimeter. Sedangkan di wilayah Kecamatan Beji, setidaknya tiga desa masih berjibaku dengan banjir sampai sekarang, yakni Desa Kedungringin, Kedungboto dan Cangkring Malang.

Terparah ada di Desa Kedungringin, tepatnya di Dusun Bahrowo dengan ketinggian air mencapai 110 sentimeter. “Kalau yang lainnya rata-rata antara 20 sampai 60 sentimeter. Sekarang sudah banyak yang mulai surut. Tapi khusus di Rejoso dan Beji masih tinggi banjirnya,” katanya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Rumah Ambruk di Kecamatan Besuk

PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo...

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Modus Liburan ke Malaysia, Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal via Kualanamu

JAKARTA - Upaya keberangkatan haji melalui jalur nonresmi kembali...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait