Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Festival Kupatan 2026: Dukung Eksistensi Tradisi, Wisata, hingga Ekonomi

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan kembali menggelar Festival Kupatan 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam melestarikan tradisi sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Festival diawali dengan kegiatan sakral kenduri kupat yang dilaksanakan, Sabtu (28/3/2026) di Menara Rukyat. Kenduri ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus puncak ibadah Ramadan yang dimaknai sebagai momentum “melebur” dosa-dosa.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada lokasi utama Festival Kupatan di Lapangan Desa Tunggul.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dalam sambutannya menyampaikan, tradisi kupatan memiliki nilai yang mencerminkan semangat berbagi, saling memaafkan, serta memererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Tradisi kupatan ini telah ada sejak masa para wali dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi mengandung makna spiritual dan sosial,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Lamongan Siti Rubikah, menjelaskan bahwa tradisi kupatan merupakan warisan budaya yang telah mengakar kuat, khususnya di wilayah pesisir Paciran.

Menurutnya, kupatan tidak hanya menjadi simbol perayaan pasca Idul Fitri, tetapi juga mengandung filosofi rasa syukur dan mempererat silaturahmi.

“Festival ini menjadi pesta rakyat sekaligus penguatan identitas budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah modernisasi, kegiatan ini penting untuk menjaga eksistensi tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas,” kata dia.

Beragam rangkaian acara turut memeriahkan festival, mulai dari lomba cipta menu kupat, lomba perahu hias, prosesi rebutan gunungan ketupat, hingga pembagian ribuan porsi kupat gratis kepada masyarakat.

Adapun tujuan diselenggarakannya Festival Kupatan antara lain untuk melestarikan dan menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat, meningkatkan partisipasi dalam merawat warisan budaya daerah, menarik minat wisatawan, meningkatkan kunjungan wisata, menggerakkan roda perekonomian masyarakat, serta mempererat kebersamaan dan nilai gotong royong. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Bupati Mojokerto Luncurkan ‘Mojokerto Tangguh Rek’ dan Aplikasi Mojo Mandala

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Siap Hadapi Bencana, Lumajang Perkuat 50 Desa Tangguh Bencana

LUMAJANG - Kesiapan masyarakat mengambil tindakan sejak menit-menit pertama...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait