Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat, BNPB Ingatkan Kewaspadaan Ancaman Banjir

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia meningkatkan kewaspadaan.

Hal tersebut menyusul prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kesiapsiagaan di tingkat daerah menjadi langkah penting. Guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir.

“Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kami meminta pemda dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tersebut,” ujar Abdul dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026) malam.

Menurutnya, dampak cuaca ekstrem dengan durasi hujan yang panjang telah terlihat di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan banjir yang merendam 35 rumah warga serta dua fasilitas pendidikan, yakni SD Mulyorejo 1 dan SMP 4 Cepu di Desa Mulyorejo, Kecamatan Cepu.

Meski genangan banjir di Blora dilaporkan berangsur surut, BNPB mengingatkan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih sangat dinamis. Di satu sisi, sejumlah daerah masih berpotensi diguyur hujan lebat, sementara wilayah lain mulai memasuki musim kemarau.

Karena itu, BNPB meminta kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Tetapi juga terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG, BPBD, pemerintah daerah, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Menurut BNPB, langkah antisipasi sejak dini dan respons cepat dari seluruh unsur pemerintah serta masyarakat menjadi kunci utama. Agar meminimalkan risiko dan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Kinerja Komunikasi DEI dan ESG di Media Sosial Konsisten, Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...
Advertisementspot_img

Terbaru

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Terkait