Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Lumajang Kembangkan Pertanian Sesuai Karakteristik Wilayah

LUMAJANG – Sukses atau keberhasilan pembangunan pertanian tidak ditentukan oleh keseragaman komoditas yang ditanam di setiap daerah, melainkan oleh kemampuan mengembangkan potensi yang paling sesuai dengan karakteristik wilayah.

Oleh karena itu, setiap daerah perlu mengoptimalkan keunggulan lokal yang dimiliki agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Pendekatan itu terus didorong Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam pengembangan sektor pertanian. Salah satunya melalui penyaluran 1.018 bibit durian Kromo Banyumas atau durian Bawor kepada Gabungan Kelompok Tani dan Ternak Desa (Gapoktandes) Bunga Indah Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Jumat (5/6/2026).

Bantuan itu merupakan bagian dari strategi pengembangan hortikultura yang disesuaikan dengan kondisi wilayah setempat. Desa Tegalbangsri selama ini memiliki keterbatasan lahan persawahan, namun memiliki potensi yang baik untuk pengembangan tanaman buah-buahan dan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, menjelaskan, pembangunan pertanian yang berkelanjutan harus berangkat dari pemahaman terhadap karakteristik wilayah dan potensi yang dimiliki masyarakat.

Menurutnya, setiap daerah memiliki kondisi geografis dan sumber daya yang berbeda sehingga strategi pengembangannya juga perlu disesuaikan agar mampu menghasilkan manfaat yang optimal.

“Ini adalah langkah konkret untuk mengangkat perekonomian masyarakat desa yang memang tidak bisa mengandalkan tanaman padi. Potensi durian dan buah-buahan lainnya harus dimaksimalkan, terutama dengan bibit unggul yang berkualitas,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Retno menegaskan, pengembangan komoditas yang sesuai dengan karakteristik wilayah tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Dengan demikian, lahan yang selama ini tidak optimal untuk tanaman padi tetap dapat menjadi sumber penghasilan yang produktif dan berkelanjutan.

Selain menyesuaikan dengan potensi wilayah, pemerintah juga memastikan kualitas bibit yang disalurkan kepada petani. Bibit durian Kromo Banyumas atau durian Bawor yang diberikan memiliki tinggi rata-rata sekitar 1,5 meter, menggunakan polybag berdiameter 18 sentimeter, memiliki batang bawah setinggi 30 sentimeter, serta dilengkapi label berwarna biru sebagai penanda kualitas bibit.

Menurutnya, penggunaan varietas unggul menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus memperkuat daya saing produk hortikultura di pasaran.

“Pengembangan varietas unggulan dan bibit berkualitas seperti durian Bawor menjadi kunci untuk mempromosikan dan memasarkan produk pertanian kita lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalbangsri, Nirat, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Ia berharap bantuan bibit tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.

Menurutnya, pengembangan komoditas yang sesuai dengan kondisi wilayah menjadi peluang penting bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat sumber penghasilan keluarga.

Melalui pengembangan pertanian berbasis karakteristik wilayah tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap setiap daerah dapat tumbuh sesuai dengan potensi dan keunggulannya masing-masing.

Dengan demikian, pembangunan pertanian tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan. (tri)

Advertisementspot_img

Populer

Kinerja Komunikasi DEI dan ESG di Media Sosial Konsisten, Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi...

BPBD Jombang Laksanakan Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran di Tiga Puskesmas

JOMBANG - BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...
Advertisementspot_img

Terbaru

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Sinergi Tim Gabungan Cegah Api Meluas, Kebakaran Hutan di Pasirian Berhasil Dikendalikan

LUMAJANG - Gerak cepat tim gabungan berhasil mencegah kebakaran...

Terkait