
NGANJUK – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memerkuat jaring pengaman sosial masyarakat melalui program “Sapa Bansos Amaliyah Ramadan 1447 H”.
Acara digelar di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, agenda edisi ke-12 ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Fokus utama dalam kegiatan ini adalah percepatan distribusi bantuan yang terukur dan inklusif di pertengahan bulan suci Ramadan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, dalam laporannya merinci bahwa terdapat 9 program bantuan yang diserahkan secara langsung pada kesempatan itu.
“Pada agenda Sapa Bansos kali ini, kami menyalurkan 9 program bantuan strategis untuk masyarakat, di antaranya Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Bantuan Program Pembinaan Jalan Kabupaten, serta Bantuan Program Pemberdayaan BUM Des, Program Desa Berdaya, Program Jatim Puspa, dan Bantuan Keuangan Desa,” papar Restu Novi Widiani.
Lebih lanjut, ia menjabarkan, program lainnya mencakup Bantuan Sosial kepada Lansia (PKH Plus), Bantuan Kemiskinan Ekstrem, Zakat Produktif, Bantuan Operasional Pendamping PKH Plus, hingga pemberian tali asih bagi pahlawan sosial di lapangan, yakni TKSK dan Tagana.
“Tahun ini, Pemprov Jatim mengalokasikan total Bansos senilai Rp 160.945.500.000, serta Bantuan Keuangan Khusus desa se-Jawa Timur mencapai Rp 285.437.488.000. Khusus untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk, alokasi bantuan yang diturunkan pada acara ini menyentuh angka Rp 8.776.300.000,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam arahannya menitikberatkan pada pentingnya intervensi ekonomi langsung bagi masyarakat kecil. Hal ini salah satunya diwujudkan melalui penyerahan zakat produktif.
“Penyaluran zakat produktif ini kita harapkan bisa menjadi modal penguatan, memastikan roda ekonomi masyarakat di tingkat bawah tetap berputar dan berdaya,” kata Khofifah.
Gubernur juga menginstruksikan agar proses pencairan bansos dirancang ramah bagi kelompok rentan. Terbukti di lokasi acara, para lansia penerima PKH Plus dapat mencairkan haknya secara langsung dengan mudah pada konter bank daerah yang telah disediakan. Mengingat momen Ramadan kali ini bersinggungan langsung dengan perayaan Hari Raya Nyepi, Khofifah turut menitipkan pesan khusus mengenai toleransi.
“Karena ini bertepatan dengan puasa hari ke-19 yang akan beririsan dengan Nyepi menjelang lebaran idul ftri, mari kita terus merawat kerukunan, tenggang rasa, dan sikap saling menghormati antarumat beragama di Jawa Timur,” kata dia.
Di sisi lain, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyambut hangat dukungan besar dari Pemprov Jatim tersebut. Ia menyebutkan bahwa bantuan yang masuk sangat relevan dengan target pembangunan dan kesejahteraan masyarakat daerahnya.
“Sinergi dan bantuan ini sangat sejalan dengan fokus Pemkab. Saat ini, Nganjuk terus mengebut infrastruktur seperti pembangunan Jembatan Kertosono dan perbaikan ruas jalan vital. Di sektor pertanian, kami juga terus mendorong wilayah Rejoso sebagai sentra bawang merah, sehingga dukungan dari provinsi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ungkap Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk. (*)
