Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Pemkab Bojonegoro Peringati Puncak Peringatan BBGRM XXIII dan HKG PPK ke-54

BOJONEGORO – Bertempat di Taman Pinggir Gawan (TPG) Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kamis (7/5/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelar Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026, berlangsung semarak dan dirangkai dengan Aktualisasi Bulan Bakti Gotong Royong Provinsi Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon bersama, pemberian santunan kepada anak yatim, penebaran bibit ikan serta peluncuran Program Pengembangan Gayatri oleh PKK. Suasana semakin meriah dengan penampilan atraksi pencak silat dari putra daerah.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan untuk memperkuat dan mengingatkan akan budaya gotong-royong. “Gotong royong merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Dengan gotong-royong mampu mempercepat pembangunan, mengatasi berbagai persoalan sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat. Bupati Wahono mengajak untuk menumbuhkan lagi semangat gotong-royong dan beraktualisasi dengan tindakan nyata.

“Momen HKG PKK, kita harus berterima kasih pada para ibu memiliki tugas berat dan mulia. Karena keluarga cerminan dari negara,” ujarnya.

Bupati Wahono juga mengajak untuk memperkuat kehidupan keluarga, memberikan transformasi pada masyarakat bagaimana mempersiapkan generasi muda 2045 mendatang.

Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Budi Raharjo mengatakan, tema ‘Aktualisasi’ ingin menunjukkan bentuk nyata BBGRM XXIII. “Bojonegoro menurut saya memiliki kultur kuat, Mataraman. Selain kultur religi juga berbasis agraris. Ini sesuatu yang kuat mendukung aktualisasi gerakan gotong-royong, kekeluargaan dan musyawarah mufakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito menjelaskan, esensi kegiatan ini adalah pelestarian kebiasaan mulia di masyarakat, saling terbuka, mendukung dengan sesama yang diwujudkan melalui gotong-royong dalam pembangunan dan peran aktif masyarakat.

“Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat yang berlandaskan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong-royongan guna memperkuat integrasi sosial dalam pembangunan,” kata dia.

BBGRM tahun ini mengusung tema ‘Perkuat Semangat Gotong Royong, Kita Kembangkan Kemandirian Desa Menuju Pembangunan Jawa Timur Sebagai Gerbang Baru Nusantara.’ Aksi ini dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Banjarejo Bojonegoro, Khofifah Sebut Kondisi Masih Stabil

Bojonegoro - Suasana Pasar Kota Baru Banjarejo pada Senin...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait