Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Petugas Bandara Jeddah Bongkar Koper Jemaah Haji, Isinya Ternyata Tempe Orek

JEDDAH – Pemeriksaan bagasi jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, mendadak menarik perhatian petugas setempat. Sebuah koper milik jemaah asal Indonesia embarkasi Palembang sempat dicurigai setelah layar X-Ray menampilkan tumpukan benda tak biasa dalam jumlah besar.

Setelah koper dibuka secara manual, isi yang membuat petugas kebingungan itu ternyata bukan barang berbahaya, melainkan tempe orek seberat lima kilogram.

Temuan tak biasa itu diungkap Tim Bagasi Bandara Jeddah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muhammad Riza Fahlevi.

“Ternyata ada tempe orek berkilo-kilogram, kami lalu menjelaskan pada petugasnya bahwa itu makanan,” ujar Riza saat ditemui di Bandara KAIA Jeddah, Senin (11/5/2026).

Menurut Riza, petugas bandara Arab Saudi awalnya tidak mengenali makanan olahan berbahan kedelai yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia tersebut. Tim pendamping haji Indonesia kemudian memberikan penjelasan agar barang bawaan jemaah itu tidak bermasalah.

Setelah mendapat penjelasan, koper tersebut akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan bersama pemiliknya.

Riza mengatakan, temuan unik itu bukan satu-satunya insiden yang memicu pemeriksaan bagasi. Petugas juga sempat mencurigai koper lain yang berisi minyak zaitun karena cara pengemasannya dinilai tidak lazim.

Menurut dia, botol minyak zaitun yang dibungkus berlapis dengan lilitan lakban tebal justru memicu alarm pemeriksaan X-Ray. “Kemasan itu yang membuat petugas X-Ray curiga dan meminta pembongkaran,” ucap Riza.

PPIH mengingatkan jemaah agar tidak membawa barang dalam jumlah berlebihan atau mengemas barang dengan cara yang bisa menimbulkan kecurigaan petugas keamanan bandara.

Sebab, proses pembongkaran satu koper saja bisa berdampak pada distribusi bagasi jemaah lainnya.

“Karena proses pembongkaran ini bisa menghambat distribusi koper jemaah lainnya dari bandara ke hotel,” tuturnya.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir mengatakan penanganan bagasi di Bandara Jeddah memiliki tantangan tersendiri dibandingkan Madinah.

Menurut dia, Bandara KAIA tidak memiliki fasilitas gedung kargo terintegrasi seperti di Bandara Madinah, sehingga pengawasan distribusi koper harus dilakukan lebih intensif.

“Sedangkan di Jeddah tidak ada sehingga perlu ditempatkan satu petugas sebagai penghubung untuk mengetahui area mana bagasi jemaah akan didrop,” kata Basir.

Saat ini, petugas haji Indonesia di sektor bandara terus bersiaga memastikan seluruh koper jemaah aman sebelum diberangkatkan menggunakan truk kontainer menuju Makkah. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

BPBD Jombang Laksanakan Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran di Tiga Puskesmas

JOMBANG - BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam...

BPBD Lumajang Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

LUMAJANG - Saat musim kemarau mulai mengurangi ketersediaan sumber...
Advertisementspot_img

Terbaru

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Terkait