Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Puter Kayun, Salah Satu Tradisi Unik Warga Banyuwangi di Bulan Syawal

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi dikenal dengan beragam tradisinya. Salah satunya Ritual Puter Kayun yang dilestarikan oleh warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Banyuwangi di setiap 10 Syawal.

Puter kayun adalah ritual menepati janji warga Boyolangu kepada para leluhur yang telah berjasa membuka jalan di kawasan utara Banyuwangi. Mereka melakukan napak tilas dengan menaiki dokar (delman) hias dari Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol.

Pagi itu, dua buah dokar telah dihias dengan megah sebagai simbol ritual adat Puter Kayun. Kusir yang akan membawanya melakukan napak tilas juga telah siap di sisi dokar, salah satunya adalah Abdul Mufid (65). Dia adalah salah satu kusir delman yang masih bertahan dengan profesinya.

“Saya sudah menjadi kusir sejak tahun 1971. Setiap tahun selalu mengikuti tradisi Puter Kayun bersama-sama warga di sini. Karena pada tradisi ini yang terpenting adalah napak tilasnya,” ujarnya.

Ketua Panitia Puter Kayun sekaligus tokoh pemuda Boyolangu Risyal Alfani mengatakan, tradisi ini terus digelar sebagai napak tilas jejak Ki Buyut Jakso, leluhur warga Boyolangu yang dipercaya sebagai orang yang pertama kali membangun jalan di kawasan utara Banyuwangi.

“Konon, saat membuka jalan di sebelah utara, Belanda meminta bantuan pada Ki Buyut Jakso karena bagian utara ada gundukan gunung yang tidak bisa dibongkar. Ki Jakso lalu bersemedi dan tinggal di Gunung Silangu yang sekarang jadi Boyolangu. Atas kesaktiannya, akhirnya dia bisa membuka jalan tersebut sehingga wilayah itu diberi nama Watu Dodol, yang artinya watu didodol (dibongkar),” kisah Risyal.

Sejak itu, lanjut Risyal, Ki Buyut Jakso berpesan agar anak cucu keturunannya harus berkunjung ke Pantai Watu Dodol untuk melakukan napak tilas apa yang telah dilakukannya.

“Karena saat itu hampir semua masyarakat Boyolangu berprofesi sebagai kusir dokar, maka mereka mengendarai dokar untuk napak tilasnya,” ungkapnya.

Namun pada tahun ini, kuda yang biasanya melakukan napak tilas ke Pantai Watudodol hanya berputar di wilayah kota saja. Mengingat, jalan menuju kawasan Pantai Watudodol macet akibat antrian kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

Salah satu warga bercerita yang biasanya berbondong-bondong mengiringi kuda naik kendaraan roda 4, terpaksa beralih ke motor roda 2 untuk menembus macet.

“Banyuwangi berkomitmen untuk mengangkat dan melestarikan tradisi lokal masyarakat, termasuk tradisi Puter Kayun Boyolangu ini. Selain untuk menjaga tradisi dan ritual yang ada, tradisi ini juga bagian dari atraksi wisata di Banyuwangi,” kata Plt Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Hartono.

Sebelum pelaksanaan Puter Kayun, warga Boyolangu menggelar sejumlah rangkaian acara yang dikemas dalam Boyolangu Traditional Culture. Diawali pada tanggal 7 Syawal dengan Lebaran Kopat dengan acara selamatan yang diakhiri makan kopat oleh segenap warga. Selanjutnya di 9 Syawal digelar Tradisi Kebo-keboan. (*)

Advertisementspot_img

Populer

BPBD Jombang Laksanakan Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran di Tiga Puskesmas

JOMBANG - BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam...

Langkah Mitigasi Pertanian Purwosari dan Sekitarnya, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe

BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait