Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Menjelang Idulfitri, TPID Sumenep Pantau Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

SUMENEP – Mendekati perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijrah yang tinggal beberapa hari, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumenep kembali melaksanakan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, Selasa (17/3/2026).

Pemantauan harga kebutuhan pokok yang dilaksanakan di Pasar Anom Sumenep ini, dihadiri langsung sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Dadang Dedy Iskandar, tim dari Bulog dan Polres  Sumenep serta OPD terkait lainnya.

Kepala Dinkoperindag Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, di sela-sela pemantauan mengungkapkan, dari hasil pemantauan pertama ke Pasar Anom secara umum berkenaan dengan ketersediaan bahan pokok dari sisi ketersediaan stok masih normal. Kemudian yang kedua dari sisi harga juga masih stabil.

“Alhamdulillah dari sisi ketersediaan barang kebutuhan pokok aman, bahkan dari sekian komoditi itu ada yang mengalami kenaikan, tapi di komoditi lainnya turun,” ujarnya.

Ramli, mencontoh dari hasil temuan di Pasar Anom harga daging ada kenaikan, dari harga yang biasanya mulai Rp130 ribu – Rp140 ribu sekarang menjadi 150 ribu. Ketika dicoba komunikasi dengan pedagang jawaban dari mereka adalah, karena adanya keterbatasan pengiriman sapi kemudian ada kesulitan termasuk kenaikan harga sapinya.

“Sehingga otomatis harga jualnya pada momentum lebaran yang juga bersamaan dengan kenaikan permintaan maka di situlah ada kenaikan harga hingga Rp10 ribu,” kata dia.

Pihaknya tetap mendorong agar harga ini bisa tetap stabil, kalau perlu kembali ke harga normal. Sebab, ketika harga dari penjual dan peternaknya sudah menaikkan harga, sehingga bagi pedagang dagingnya otomatis langsung naik.

“Jadi kenaikannya tidak serta-merta, namun karena mekanisme pedagang dagingnya, akhirnya ikut menaikkan, karena mekanisme pasar seperti itu,” tandasnya.

Selanjutnya TPID Kabupaten Sumenep juga memantau ke pedagang grosir disertai Tim Satgas Pangan, untuk memastikan tidak ada aksi penimbunan, karena itu melanggar hukum.

Pemantauan juga dilakukan di toko-toko modern, memastikan tidak ada makanan kadaluarsa (expired) dan aman bagi yang mengonsumsinya.

“Saat ini kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak belanja berlebihan, karena panik tidak bisa memenuhi kebutuhan, sebab pemerintah juga hadir guna memenuhi kebutuhan dan menjaga kestabilan harga,” tambahnya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Siap Hadapi Bencana, Lumajang Perkuat 50 Desa Tangguh Bencana

LUMAJANG - Kesiapan masyarakat mengambil tindakan sejak menit-menit pertama...

Hadapi El Nino Godzila, BPBD Kota Kediri dan BMKG Dhoho Perkuat Mitigasi Dampak Kekeringan

KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana...

Langkah Mitigasi Pertanian Purwosari dan Sekitarnya, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali Jambe

BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan...
Advertisementspot_img

Terbaru

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Cetak Mahasiswa Tangguh Bencana, BPBD Jombang Gelar Sosialisasi dan Simulasi Sigana di Itebis PGRI Dewantara

JOMBANG - Dalam upaya memperkuat budaya kesiapsiagaan di lingkungan...

Terkait