PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen terhadap kejadian longsornya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Togur RT 17 RW 09 Desa Tlogoargo Kecamatan Tiris, Selasa (17/3/2026).
Longsor tersebut terjadi pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB setelah hujan dengan intensitas sedang hingga deras mengguyur wilayah setempat sejak pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Akibatnya, TPT sepanjang 10 meter dengan tinggi 2 meter di SD Negeri Tlogoargo 1 mengalami longsor.
Material longsoran sempat menutupi akses jalan warga serta menimpa saluran air. Namun, kondisi saat ini telah berangsur normal setelah dilakukan pembersihan oleh Pemerintah Desa Tlogoargo bersama masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Tlogoargo.
“Kami segera melakukan asesmen di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk penanganan awal. Material longsoran sudah berhasil dibersihkan secara gotong royong,” ujarnya.
Oemar menambahkan, sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama warga juga melakukan pemasangan terpal pada titik longsor guna mencegah terjadinya longsor susulan.
“Upaya sementara yang kami lakukan adalah pemasangan terpal pada titik longsor untuk mengurangi risiko longsor susulan, sambil menunggu penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Oemar juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi. “Kami menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan longsor serta segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah,” kata dia. (*)
