Jumat, 10 April, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Bupati Pasuruan Instruksikan BPBD Aktifkan Shelter Kebencanaan

PASURUAN – Sejak terjadinya banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan pada Selasa (24/3/2026) malam lalu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk langsung mengaktifkan shelter kebencanaan yang ada di tiga kecamatan, yakni Rejoso, Bangil dan Winongan, untuk bisa membantu kebutuhan kedaruratan, yakni nasi bungkus.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan sejak hari pertama terjadinya banjir sampai hari ini, tak kurang dari 10 ribu nasi bungkus sudah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak. Utamanya ke wilayah yang genangannya masih tinggi seperti Winongan, Rejoso, Beji, Grati, dan lainnya.

“Semua shelter kami aktifkan untuk bisa membantu kebutuhan kedaruratan, yakni nasi bungkus. Sampai sekarang terus kami buat untuk membantu masyarakat terdampak,” kata Sugeng, Kamis (26/3/2026).

Menurut Sugeng, di setiap harinya, tak kurang dari tiga ribu nasi bungkus yang dibuat dan langsung dibagikan ke warga. Untuk membantu kelancaran dapur umum daan distribusi, BPBD mengerahkan seluruh petugas plus taruna siaga bencana (tagana) dan relawan lainnya.

“Kami kerahkan semua supaya cepat selesai, karena yang kita buat jumlahnya cukup banyak dan wilayahnya juga luas,” terangnya.

BPBD melaporkan 11 kecamatan masih tergenang banjir. Hanya saja, dari seluruh wilayah tersebut, banjir paling parah masih terjadi di wilayah Kecamatan Rejoso dan Beji.

Kata Sugeng, khusus di Kecamatan Rejoso, total ada 1.774 rumah di 11 desa yang tergenang banjir. Terparah ada di Desa Jarangan, dimana ketinggian air mencapai 100 sentimeter. Sedangkan di wilayah Kecamatan Beji, setidaknya tiga desa masih berjibaku dengan banjir sampai sekarang, yakni Desa Kedungringin, Kedungboto dan Cangkring Malang.

Terparah ada di Desa Kedungringin, tepatnya di Dusun Bahrowo dengan ketinggian air mencapai 110 sentimeter. “Kalau yang lainnya rata-rata antara 20 sampai 60 sentimeter. Sekarang sudah banyak yang mulai surut. Tapi khusus di Rejoso dan Beji masih tinggi banjirnya,” katanya. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Film Karya Siswa SMKN 1 Sumenep, Diputar di Bioskop

SUMENEP - Murid Konsentrasi Keahlian Produksi Film SMKN 1...

Hindari Risiko Konflik, Haji Khusus Diminta Gunakan Penerbangan Direct Flight

JAKARTA - Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah...

SMPN 3 Banyuwangi Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

BANYUWANGI – Upaya Pemkab Banyuwangi dalam pengelolaan sampah secara...
Advertisementspot_img

Terbaru

Gubernur Khofifah Resmikan Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jatim, Upaya Perkuat Logistik Kebencanaan Berbasis Sistem Digital FIFO

SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan...

Kali Kebo Sumberurip Bangkit, Ubah Kerentanan Bencana Jadi Kekuatan Wisata Berbasis Edukasi

LUMAJANG - Kawasan yang dahulu identik dengan ancaman erupsi...

Martina Ayu Pratiwi, Penerima Award PWI Jatim 2026 Terpilih sebagai Atlet Terbaik Nasional

SURABAYA - Martina Ayu Pratiwi, atlet nasional cabang olahraga...

Hindari Risiko Konflik, Haji Khusus Diminta Gunakan Penerbangan Direct Flight

JAKARTA - Pemerintah mulai mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah...

Terkait