MAGETAN – Dinas Kesehatan melakukan Audit Maternal Perinatal – Surveilans dan Respon (AMP-SR) untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi bersama Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan Camat se-Magetan, Selasa (31/3/26).
Di Magetan, untuk data Tahun 2025 menunjukkan jumlah kematian ibu hamil sebanyak 9 orang. Menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian, ada 62 kematian bayi.
“Melalui AMP-SR ada 34 rekomendasi, dan perlu diskusi dan kolaborasi bersama untuk menurunkan angka kematian, baik ibu hamil maupun bayi,” ujar Kepala Dinkes, dr. Rohmat Hidayat.
Dari rekomendasi dan data kematian tersebut, Pemkab Magetan menekankan tiga poin penting. Pertama, komitmen dan kolaborasi bersama terhadap peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Kedua, pemenuhan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Ketiga, kewaspadaan respon bersama terhadap kasus kematian ibu hamil dan bayi. Sehingga, angka kematian menurun.
AMP-SR yang dilakuan Dinkes menghasilkan tren penyebab kesakitan/kematian ibu hamil di tahun 2025, antara lain hipertensi selama kehamilan, pendarahan, infeksi dan komplikasi non-stopping (tidak berhubungan langsung dengan kehamilan). (*)
