Selasa, 14 Juli, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Kemenag RI Tetapkan Awal Dzulhijjah Jatuh pada 18 Mei 2026

JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengumumkan hasil sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah yang digelar di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Minggu (17/5/2026).

Dalam keterangannya, Menag menjelaskan, penetapan awal Dzulhijjah dilakukan berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.

“Seluruh hasil pengamatan tersebut kemudian dilaporkan secara resmi sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat dengan dukungan data hisab,” kata Nasaruddin Umar.

Dalam paparan Menteri Agama, pada hasil sidang isbat dan rukyatul hilal ini, di seluruh wilayah Indonesia yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar 3 derajat 17 menit 33 detik sampai kepada 6 derajat 56 menit 58 detik, dan sudut elongasi antara 8 derajat 54 menit 49 detik sampai 10 derajat 37 menit 7 detik.

Ia menyebut kesaksian rukyah dan laporan hasil pemantauan hilal menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Dzulhijjah secara objektif, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan demikian berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 Masehi,” ujarnya.

Dengan penetapan itu, pemerintah juga menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. “Dan dengan demikian Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026 Masehi,” lanjutnya.

Menag berharap keputusan sidang isbat tersebut dapat menjadi pedoman bersama bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam menjalankan rangkaian ibadah Dzulhijjah.

Mulai dari puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah, pelaksanaan Idul Adha, hingga ibadah kurban diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak.

“Pemerintah berharap keputusan ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam di Indonesia untuk memulai rangkaian ibadah Dzulhijjah termasuk puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah, Idul Adha, dan ibadah kurban secara serentak,” katanya.

Selain itu, Nasaruddin Umar juga berharap momentum Idul Adha tahun ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa.

“Lebih dari itu kita semua mengharapkan momentum ini dapat memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuwah islamiyah serta menumbuhkan persatuan sebagai satu bangsa,” kata dia. (*)

Advertisementspot_img

Populer

BPBD Lumajang Salurkan Bantuan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

LUMAJANG - Saat musim kemarau mulai mengurangi ketersediaan sumber...

Terkait Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah, Pemkab Gresik Berkoordinasi

GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat menindaklanjuti laporan...

BPBD Jombang Laksanakan Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran di Tiga Puskesmas

JOMBANG - BPBD Kabupaten Jombang melalui Tim Inspektur Pemadam...
Advertisementspot_img

Terbaru

Pro Bestari 2026 Hadir Kembali, Walikota Mojokerto Dorong Generasi Berprestasi Raih Pendidikan Tinggi

MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran program...

Peringati 1 Muharram, Warga Kraksaan Wetan Gelar Santunan Anak Yatim

PROBOLINGGO - Warga RW 05 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan...

Puncak Acara Bersih Desa Sogaten Meriah, Talenta Seni Lokal Tampil Memikat

MADIUN - Puncak pergelaran wayang kulit dalam rangka Bersih...

Efisiensi Biaya, Kemenhaj Berencana Pangkas Masa Tinggal Jemaah Haji Jadi 30 Hari

JAKARTA - Pemerintah berencana memangkas masa tinggal jemaah haji...

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bantuan Sosial

MOJOKERTO - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berusaha meningkatkan taraf...

Terkait