Kamis, 28 Mei, 2026
- Advertisment -
Google search engine

Kemenag RI Tetapkan Awal Dzulhijjah Jatuh pada 18 Mei 2026

JAKARTA – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengumumkan hasil sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah yang digelar di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Minggu (17/5/2026).

Dalam keterangannya, Menag menjelaskan, penetapan awal Dzulhijjah dilakukan berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.

“Seluruh hasil pengamatan tersebut kemudian dilaporkan secara resmi sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat dengan dukungan data hisab,” kata Nasaruddin Umar.

Dalam paparan Menteri Agama, pada hasil sidang isbat dan rukyatul hilal ini, di seluruh wilayah Indonesia yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar 3 derajat 17 menit 33 detik sampai kepada 6 derajat 56 menit 58 detik, dan sudut elongasi antara 8 derajat 54 menit 49 detik sampai 10 derajat 37 menit 7 detik.

Ia menyebut kesaksian rukyah dan laporan hasil pemantauan hilal menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Dzulhijjah secara objektif, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan demikian berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 Masehi,” ujarnya.

Dengan penetapan itu, pemerintah juga menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. “Dan dengan demikian Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu tanggal 27 Mei 2026 Masehi,” lanjutnya.

Menag berharap keputusan sidang isbat tersebut dapat menjadi pedoman bersama bagi seluruh umat Islam di Indonesia dalam menjalankan rangkaian ibadah Dzulhijjah.

Mulai dari puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah, pelaksanaan Idul Adha, hingga ibadah kurban diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak.

“Pemerintah berharap keputusan ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam di Indonesia untuk memulai rangkaian ibadah Dzulhijjah termasuk puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah, Idul Adha, dan ibadah kurban secara serentak,” katanya.

Selain itu, Nasaruddin Umar juga berharap momentum Idul Adha tahun ini mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa.

“Lebih dari itu kita semua mengharapkan momentum ini dapat memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuwah islamiyah serta menumbuhkan persatuan sebagai satu bangsa,” kata dia. (*)

Advertisementspot_img

Populer

Modus Liburan ke Malaysia, Imigrasi Gagalkan 13 WNI Haji Ilegal via Kualanamu

JAKARTA - Upaya keberangkatan haji melalui jalur nonresmi kembali...

Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat, BNPB Ingatkan Kewaspadaan Ancaman Banjir

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat...

Di-cover BPJS, Layanan Kemoterapi RSUD Blambangan Banyuwangi Buka Awal Juni 2026

BANYUWANGI - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan Banyuwangi...
Advertisementspot_img

Terbaru

Sekdaprov Jatim Tegaskan Perda PB Jadi Payung Besar Kolaborasi dan Mitigasi Risiko Bencana di Jatim

SURABAYA - Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2026...

Bupati Bojonegoro Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Idul Adha 1447 H

Bojonegoro – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah...

Lamongan Menjadi Daerah dengan Ketersediaan Sapi Terbesar di Jatim

LAMONGAN - Kabupaten Lamongan disebut sebagai daerah dengan ketersediaan...

Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah di Terminal Wisata Pasrepan

PASURUAN - Terminal Wisata Pasrepan Kabupaten Pasuruan dipilih menjadi...

Pelestarian Bahasa Daerah, Kemendikdasmen Apresiasi Kabupaten Sumenep

SUMENEP - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan...

Terkait